November 27, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

PGAS sedang mengkaji pembangunan pipa Virtual di Indonesia

Britama.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memulai program pipa virtual (virtual pipeline) bagi gas di tahun 2018. Program pipa virtual adalah sistem penyaluran gas dari gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) antar pulau di Indonesia melalui kapal vessel LNG daripada menggunakan pipa gas laut dalam. Program tersebut dilakukan agar harga gas dari LNG bisa lebih efisien.

Saat ini pemerintah tengah menunggu kajian dari PT Pertamina (Persero), Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT PLN (Persero) yang rencananya akan membangun pipa virtual di Indonesia. Jika kajian sudah selesai, maka pembangunan pipa virtual bisa dilakukan serentak di lokasi yang dipilih pemerintah.

Pemerintah mengharapkan tahun 2018 sudah implementasikan. Pembangunan pipa virtual ini akan dibagi ke dalam 4 cluster, yaitu cluster I, cluster II, cluster III, dan cluster IV. Cluster I berlokasi di Papua dan Papua Barat dengan proyeksi kebutuhan gas mencapai 427 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Cluster II akan dipusatkan ke Maluku, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara dengan kebutuhan gas mencapai 290 MMSCFD. Cluster III rencananya akan berlokasi di Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan dengan kebutuhan gas 284 MMSCFD. Cluster IV akan berlokasi di Kepulauan Natuna dan Kalimantan Barat memiliki kebutuhan 50 MMSCFD. Pemerintah masih mengkaji jumlah lokasi optimal pipa virtual tersebut. Investasi pembangunan pipa virtual ini bagian dari investasi infrastruktur gas bumi bernilai USD40 miliar hingga tahun 2030.

Proyek virtual pipeline ini perlu dibangun demi mengurangi kargo LNG yang belum memiliki komitmen (uncommited cargo) di tahun 2035. Pasokan LNG Indonesia diperkirakan akan meningkat setelah proyek lapangan Jangkrik, Tangguh Train III, dan Masela seluruhnya onstream dalam jangka waktu 10 tahun mendatang.

Related posts