Oktober 27, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Beberapa aset MDRN disita oleh Bank

Britama.com – Gulung tikarnya alias bangkrut bisnis PT Modern Sevel Indonesia, menyisakan utang yang harus ditanggung PT Modern Internasional Tbk (MDRN) sebagai induk usaha dan termasuk utang kepada PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA). Namun lantaran tidak mampu membayar utang, BNGA akhirnya mengambil alih agunan atas aset tanah dan bangunan milik MDRN. Aset ini, merupakan jaminan dari pinjaman MDRN, dalam hal ini PT Modern Sevel Indonesia.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (6/9), MDRN mengungkapkan,agunan aset tanah dan bangunan yang diambil tersebut adalah sebesar Rp124 miliar. Yakni berupa tanah dan bangunan yang terletak di: jalan Matraman Raya No 12 Jakarta, jalan Kelapa Gading Boulevard Blok IA-14 Jakarta, jalan Raya Kuta No 2 Bali dan jalan Modern Industri III No Cikande Serang.

Perusahaan dan bank secara bersama-sama telah menyelesaikan masalah-masalah,yakni yang terkait rencana transaksi dengan memperhatikan hasil penilaian dan uji tuntas. Perusahaan dan bank adalah pihak-pihak yang tidak memiliki hubungan afiliasi.

Agunan yang diambil alih (AYDA) ini untuk pembayaran kewajiban utang bank. Dengan diambilalihnya agunan inimaka kewajiban utang MDRN berkurang. Sehingga kewajiban bunga yang harus dibayarkan kepada bank juga berkurang.

Sebelumnya, perseroan juga menjual aset berupa tanah dan bangunan yang terletak di Surabaya, Jawa Timur. Sebidang tanah hak guna bangunan seluas 20.300 meter per segi terletak di dalam provinsi Jawa Timur, kota Surabaya, kecamatan Rungkut, kelurahan Rungkut Kidul. Aset ini dijual kepada PT Golden Tulip Pratama yang berkedudukan di jalan Rungkut Industri III/20 Surabaya.

Saat ini, tanah dan bangunan sedang dijaminkan pada PT Bank CIMB Niaga, Jakarta, untuk menjamin utang perseroan kepada bank tersebut dan dibebani hak tanggungan peringkat pertama sebesar Rp55,202 miliar. MDRN sebagai penjual telah memeroleh persetujuan dari bank untuk melakukan penjualan atas tanah dan bangunan tersebut. Pihak penjual dan pembeli sepakat nilai transaksi sekitar Rp100 miliar.

Related posts