November 30, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

DGIK menurunkan target proyek baru menjadi Rp2 triliun

Britama.com – Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) merevisi target nilai kontrak yang sebelumnya Rp2,5 triliun menjadi Rp2 triliun hingga akhir tahun 2017.

Hal itu karena kasus hukum yang sedang dihadapi perseroan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan perseroan sebagai tersangka karena adanya dugaan korupsi proyek pembangunan Rumah Sakit Udayana Bali.

Dengan penurunan target tersebut, DGIK tinggal mengejar sisa target kontrak baru yang sudah diraih senilai Rp1,57 triliun hingga akhir September 2017.

Guna memenuhi sisa target kontrak sebesar Rp430 miliar, DGIK mengikuti tender untuk proyek- proyek yang digelar oleh pemerintah maupun pihak swasta.

Perseroan memproyeksikan hingga akhir tahun 2017, sebesar 49% proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh DGIK berasal dari pemerintah.

Beberapa proyek infrastruktur milik pemerintah dengan nilai kontrak besar di antaranya proyek infrastruktur Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin milik Angkasa Pura I senilai Rp683 miliar dan Joint Operator dengan Wijaya Karya Tbk (WIKA) untuk proyek Normalisasi Sungai Batam dari Kementerian PUPR senilai Rp189 miliar.

Related posts