November 19, 2017

Select your Top Menu from wp menus

Garuda Indonesia masih cetak kerugian sebesar USD222 juta

Britama.com – Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mencatatkan pendapatan GIAA naik menjadi USD2,52 miliar per September 2017 dari USD2,44 miliar per September 2016.

Rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat dari USD44 juta per September 2016 menjadi USD222 juta per September 2017, meningkat hingga 5 kali lipat hingga September 2017. Beban usaha perseroan meningkat dari USD2,86 miliar menjadi USD3,23 miliar.

Sementara itu, GIAA berencana menerbitkan obligasi valas senilai Rp2 triliun pada Juni 2018. Perseroan memiliki obligasi yang akan jatuh tempo pada Juli 2018 senilai Rp2 triliun.

Adapun perseroan lebih memilih opsi penerbitan obligasi dalam denominasi dolar AS menyusul balance sheet perseroan dalam dolar AS.

Selanjutnya anak usaha GIAA, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMFI) berhasil membukukan pendapatan USD310,5 juta sepanjang 9 bulan pertama tahun ini atau meningkat 15% YoY. Nilai tersebut melampaui target pendapatan per 30 September 2017 sebesar USD304,4 juta.

GMFI tengah meningkatkan volume pekerjaan engine maintenance dan component maintenance sehingga perseroan bisa masuk sebagai Top 10 Perusahaan Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) di dunia.

Related posts