Oktober 23, 2018

Select your Top Menu from wp menus

Penawaran Umum Perdana (IPO) Saham PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS)

britama.com, Penawaran Umum Perdana (IPO / Initial Public Offering) Saham PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) dilakukan oleh PT Victoria Sekuritas Indonesia (MI) dan PT Mega Capital Sekuritas (CD) selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek.

Adapun Jadwal Penawaran Umum Perdana Saham sebagai berikut:

Kegiatan
Tanggal
Tanggal Efektif
07 Feb 2018
Masa Penawaran
09 – 12 Feb 2018
Tanggal Penjatahan
13 Feb 2018
Tanggal Distribusi Saham secara Elektronik
14 Feb 2018
Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan
14 Feb 2018
Tanggal Pencatatan Saham pada BEI
15 Feb 2018

Jumlah Saham yang ditawarkan dalam IPO ini adalah sebanyak 400.000.000 lembar saham baru dengan Nilai Nominal Rp100,- dan Harga Penawaran Rp400,- per saham.

Rencana penggunaan dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Perdana Saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya terkait emisi saham, akan digunakan seluruhnya untuk: 1.) Sekitar Rp50 miliar akan digunakan untuk melakukan pelunasan pokok utang kepada pihak ketiga yaitu Bank Victoria International Tbk (BVIC) dengan tingkat bunga sebesar 7,25% per tahun; dan 2.) Sisanya akan digunakan untuk penyediaan infrastruktur, sarana dan prasarana pada Perseroan dan Entitas Anak Perseroan Tidak Langsung seperti PT Bangun Olahsarana Sukses, PT Pratama Bersama, PT Energi Amzal Bersama dan PT Pratama Buana Sukses.

PT Borneo Olah Sarana Sukses didirikan pada tahun 2011 dengan nama PT Megah Pratama Resources. Kantor pusat PT Borneo Olah Sarana Sukses berlokasi di Wisma 77, Tower I, Lantai 8, Jalan Letjend. S. Parman Kav. 77, Jakarta Barat, 11410, Indonesia.

Ruang lingkup kegiatan usaha PT Borneo Olah Sarana Sukses adalah bergerak dalam bidang usaha konstruksi penambangan, pengolahan, dan pemurnian, perdagangan dan pengangkutan.

Sebelum Penawaran Umum Perdana, saham PT Borneo Olah Sarana Sukses dimiliki oleh PT Megah Prakarsa Utama (63,14%), PT Sapphire Mulia Abadi (13,68%), PT Kencana Unggul Semesta (13,68%), PT Atjeh Pasifik Sejahtera (6,00%) dan Kumar Jairamdaas Aildasani (3,50%).

Related posts