Oktober 24, 2018

Select your Top Menu from wp menus

Penawaran Umum Perdana (IPO) Saham PT Super Energy Tbk (SURE)

britama.com, Penawaran Umum Perdana (IPO / Initial Public Offering) Saham PT Super Energy Tbk (SURE) dilakukan oleh PT Jasa Utama Capital Sekuritas (YB) selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek.

Adapun Jadwal Penawaran Umum Perdana Saham sebagai berikut:

Kegiatan
Tanggal
Tanggal Efektif
26 Sep 2018
Masa Penawaran
28 Sep – 01 Okt 2018
Tanggal Penjatahan
03 Okt 2018
Tanggal Distribusi Saham secara Elektronik
04 Okt 2018
Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan
04 Okt 2018
Tanggal Pencatatan Saham pada BEI
05 Okt 2018

Jumlah Saham yang ditawarkan dalam IPO ini adalah sebanyak 240.000.000 lembar saham baru dengan Nilai Nominal Rp100,- dan Harga Penawaran Rp155,- per saham.

Rencana penggunaan dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Perdana Saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya terkait emisi saham, akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja.

PT Super Energy didirikan pada tahun 2011. Kantor pusat PT Super Energy berlokasi di Equity Tower Lt. 29 Unit E, Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53, SCBD Lot.9, Jakarta Selatan 12190, Indonesia.

Ruang lingkup kegiatan usaha PT Super Energy adalah bergerak dalam bidang perdagangan minyak, gas bumi dan bidang investasi. Kegiatan usaha utama PT Super Energy adalah bergerak dalam bidang pengolahan gas suar dan penjualan hasil pengolahan gas suar. Saat ini, PT Super Energy memiliki dua anak usahanya yakni 1. PT Gasuma Federal Indonesia (menjalankan usaha pengolahan gas suar bakar (flare gas) dan distribusi Compressed Natural Gas (CNG) hingga ke konsumen yang merupakan Industri di wilayah jawa Timur hingga Jawa Tengah); dan 2. PT Bahtera Abadi Gas (menghasilkan Liquefied Petroleum Gas (LPG), Condensate. Konsumen utama perusahaan antara lain bergerak di industri makanan, minuman, Tekstil/Garment dan bahan kimia).

PT Super Energy tergabung dalam Super Capital Indonesia Grup.

Sebelum Penawaran Umum Perdana, saham PT Super Energy dimiliki oleh PT Super Capital Indonesia (99,93%) dan PT Supertrada Indonesia (0,07%).

Related posts