November 19, 2018

Select your Top Menu from wp menus

Laba bersih LPKR mengalami penurunan menjadi Rp470 miliar

Britama.com – Lippo Karawaci Tbk (LPKR) tetap mencatatkan kenaikan kinerja per September 2018, kendati sedang menghadapi masalah hukum terkait kasus Meikarta.

Sejak Q2 2018, proyek Meikarta telah didekonsolidasi dari Lippo Cikarang. Oleh karena itu, Meikarta juga didekonsilidasikan dari Lippo Karawaci. Marketing sales LPKR tercatat mencapai Rp1,13 triliun, naik 2x lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp521 miliar tanpa pra-penjualan Meikarta.

Kenaikan marketing sales LPKR bersumber dari pendapatan perseroan yang mencapai Rp8,6 triliun, atau meningkat 15% YoY. EBITDA tercatat sebesar Rp2,2 triliun, tumbuh 28% YoY.

Sementara laba bersih LPKR turun 25% YoY menjadi Rp470 miliar disebabkan oleh rugi selisih kurs yang belum terealisasi sebesar Rp1,35 triliun. Pendapatan berulang (recurring income) LPKR mengalami kenaikan sebesar 12% YoY menjadi Rp5,8 triliun atau naik 67% dari total pendapatan konsolidasi Q3 2018.

Pendapatan divisi usaha Residential & Urban Development meningkat sebesar 23% secara YoY menjadi Rp2,8 triliun dari Rp2,3 triliun. Kenaikan ini disebabkan oleh peningkatan pendapatan Urban Development sebesar 62% YoY menjadi Rp2,1 triliun.

Usaha LPKR lainnya yakni Siloam Hospitals International Tbk (SILO) mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 13% YoY menjadi Rp4,4 triliun. Penerimaan pasien rawat inap naik sebesar 11% YoY, sementara kunjungan rawat jalan tumbuh sebesar 11% YoY.

Pendapatan divisi Komersial yang terdiri dari Mal Ritel & Hotel, sedikit meningkat sebesar 5% YoY menjadi Rp576 miliar. Disebabkan penurunan pendapatan divisi Mal Ritel sebesar 12% YoY menjadi Rp250 miliar. Pendapatan Hotel juga meningkat sebesar 23% YoY menjadi Rp326 miliar. Sedangkan pendapatan divisi Manajemen Aset meningkat sebesar 14% YoY ke Rp809 miliar dipicu oleh berkembangnya aset yang dikelola.

Related posts