Agustus 21, 2019

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Penawaran Umum Perdana (IPO) Saham PT Menteng Heritage Realty Tbk (HRME)

britama.com, Penawaran Umum Perdana (IPO / Initial Public Offering) Saham PT Menteng Heritage Realty Tbk (HRME) dilakukan oleh PT Sinarmas Sekuritas (DH) selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek.

Adapun Jadwal Penawaran Umum Perdana Saham sebagai berikut: .

Kegiatan
Tanggal
Tanggal Efektif
08 Apr 2019
Masa Penawaran
09 Apr 2019
Tanggal Penjatahan
10 Apr 2019
Tanggal Distribusi Saham secara Elektronik
11 Apr 2019
Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan
11 Apr 2019
Tanggal Pencatatan Saham pada BEI
12 Apr 2019

Jumlah Saham yang ditawarkan dalam IPO ini adalah sebanyak 1.191.750.000 lembar saham baru dengan Nilai Nominal Rp100,- dan Harga Penawaran Rp105,- per saham.

Rencana penggunaan dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Perdana Saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya terkait emisi saham, akan digunakan seluruhnya, sebagai berikut: 1. Sekitar 51,89% untuk mengakuisisi PT Global Samudra Nusantara dari PT Twin Investment sebesar 94,471% atau sejumlah 54.699 saham dan Anke Krishna Bachtiar, SE 5,527% atau 3.200 saham; 2. Sekitar 26,79% untuk mengakuisisi PT Wijaya Wisesa Bakti (WWB) dari PT Wijaya Wisesa Realty sebesar 99,994% atau sejumlah 29.998 saham dan PT Twin Investment sejumlah 1 saham atau 0,003% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pada WWB; 3. Sekitar 20,93% untuk peningkatan modal ke PT Wijaya Wisesa Development; dan 4. Sisanya sekitar 0,39% akan digunakan untuk modal kerja Perseroan.

PT Menteng Heritage Realty didirikan pada tanggal 28 Juni 2007 dengan nama PT Citra Prestasi Abadi. Kantor pusat PT Menteng Heritage Realty berlokasi di The Hermitage, Jl. Cilacap No. 1 RT.011 RW.005, Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta Raya 10310, Indonesia.

Ruang lingkup kegiatan usaha PT Menteng Heritage Realty adalah bergerak dalam bidang usaha perhotelan. Saat ini, HRME mengoperasikan 1 buah hotel bintang lima dengan mengusung nama ”The Hermitage”. Bangunan ini memiliki nilai sejarah yang tinggi yang dulu bernama Telefoongebouw, yakni gedung pusat telekomunikasi peninggalan Belanda yang dibangun pada tahun 1923.

Sebelum Penawaran Umum Perdana, saham PT Menteng Heritage Realty dimiliki oleh PT Wijaya Wisesa Realty (99,999%) dan PT Twin Investment (10.000 lembar).

Related posts