Desember 09, 2019

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

KRAS restrukturisasi utang senilai USD2,2 miliar

Britama.com – Krakatau Steel Tbk (KRAS) berharap dapat menuntaskan restrukturisasi utang senilai total USD2,2 miliar pada tahun ini. Adapun proses restrukturisasi utang telah mencapai 78% dari utang yang akan direstrukturisasi senilai USD2,2 miliar.

Per 30 September 2019, KRAS melakukan penandatanganan perjanjian kredit restrukturisasi dengan para kreditur. Sejumlah bank dan lembaga pembiayaan itu yakni Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), Bank ICBC Indonesia, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank) dan Bank Central Asia Tbk (BBCA).

KRAS akan menuntaskan restrukturisasi utang terhadap 22% lainnya pada akhir tahun ini. Utang tersebut berasal dari 4 bank swasta. Hal tersebut sejalan dengan restrukturisasi utang senilai total USD2,2 miliar dengan sejumlah kreditur, pinjaman jangka pendek KRAS turun signifikan dari USD1,13 miliar menjadi USD476,89 juta per September 2019 atau menyusut USD654,3 juta.

Namun, pinjaman jangka panjang meningkat dari USD811,7 juta menjadi USD1,52 miliar. Dengan proporsi tersebut, beban keuangan KRAS masih mengalami kenaikan dibandingkan dengan posisi akhir kuartal III- 2018. Beban keuangan KRAS per kuartal III-2019 tercatat USD92,82 juta, naik 17,34% dari USD79,1 juta.

Secara keseluruhan, liabilitas Krakatau Steel meningkat 7,4% dari USD2,49 miliar menjadi USD2,68 miliar per 30 September 2019. Dengan asumsi kurs Rp14.100 per dolar AS, total liabilitas mencapai Rp37,83 triliun. Setelah restrukturisasi selesai, KRAS akan fokus pada transformasi untuk membenahi kinerja yang merugi sejak 2012 itu.

KRAS optimistis hasil restrukturisasi akan tercermin pada perolehan laba pada kuartal I-2020 serta memerlukan waktu 3-5 tahun untuk membuat KRAS kembali sehat, setelah rugi sejak 2012.

Related posts