Desember 01, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Penawaran Umum Perdana (IPO) Saham PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) 2020

britama.com, Penawaran Umum Perdana (IPO / Initial Public Offering) Saham PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) dilakukan oleh PT Surya Fajar Sekuritas (SF) selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek.

Adapun Jadwal Penawaran Umum Perdana Saham sebagai berikut:

Kegiatan
Tanggal
Tanggal Efektif
24 Mar 2020
Masa Penawaran
26-27 Mar 2020
Tanggal Penjatahan
30 Mar 2020
Tanggal Distribusi Saham secara Elektronik
30 Mar 2020
Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan
30 Mar 2020
Tanggal Pencatatan Saham pada BEI
31 Mar 2020

Jumlah Saham yang ditawarkan dalam IPO ini adalah sebanyak 775.000.000 lembar saham baru dengan Nilai Nominal Rp100,- dan Harga Penawaran Rp120,- per saham.

Rencana penggunaan dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Perdana Saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya terkait emisi saham, akan digunakan sebagai berikut: 1. Sekitar 49,78% untuk belanja modal (capital expenditure) Entitas Anak; dan 2. Sisanya sekitar 50,22% untuk keperluan modal kerja (working capital) dalam rangka pembelian bahan baku pupuk NPK baik pada Perseroan maupun Entitas Anak.

PT Saraswanti Anugerah Makmur didirikan pada tanggal 18 Juni 1998. Kantor pusat PT Saraswanti Anugerah Makmur berlokasi di Surya Inti Permata Juanda Super Blok A-52, Jl. Raya Juanda, Wedi, Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia.

Ruang lingkup kegiatan usaha SAMF adalah bergerak dalam bidang industri pengolahan, perdagangan besar, aktivitas keuangan dan asuransi, aktivitas professional ilmiah dan teknis. Saat ini, kegiatan usaha utama SAMF adalah bergerak dalam bidang produksi, pemasaran dan perdagangan pupuk buatan majemuk hara makro primer (Pupuk NPK nonsubsidi) baik secara langsung maupun tidak langsung melalui Perusahaan Anak (PT Anugerah Pupuk Lestari, PT Anugerah Pupuk Makmur dan PT Dupan Anugerah Lestari).

Sebelum Penawaran Umum Perdana, saham PT Saraswanti Anugerah Makmur dimiliki oleh PT Saraswanti Utama (87,50%), Noegroho Harihardono (5,85%), Ir. Yahya Taufik (3,22%), Agnes Martaulina Dwi Saraswanti Haloho (1,88%) dan Andreas Adhi Harsanto (1,55%).

Related posts