September 29, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih PGAS pada Q1 2020 tergerus menjadi USD47,77 juta

Britama.com – Turunnya laba bersih Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) pada kuartal I/2020 berisiko akan berlanjut pada tahun ini sejalan dengan risiko rugi seluh kurs dan penurunan volume penyaluran gas akibat lesunya aktivitas manufaktur di tengah pandemi COVID-19.

Perseroan membukukan pendapatan sebesar USD873,8 juta pada Januari-Maret 2020, turun tupis 0,28% YoY. Pendapatan tersebut bersumber dari hasil penjualan gas sebesar USD693,4 juta, penjualan minyak dan gas USD76 juta, transmisi gas dan minyak USD70,4 juta, dan pendapatan usaha lainnya sebesar USD33,8 juta.

Dari sisi profitabilitas, perseroan membukukan penurunan laba bersih sebesar 26,26% YoY menjadi USD47,77 juta pada kuartal I/2020 yang dipengaruhi oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada akhir Maret 2020.

Sepanjang kuartal I/2020, rupiah telah terkoreksi hingga 17,13% tehadap dolar AS sehingga rugi selisih kurs perseroan meningkat 172,34% YoY menjadi USD63,21 juta.

Dari sisi operasional. volume penyaluran gas bumi PGAS mencapai 882 bbtud pada 1Q20, meningkat dari 880 bbtud pada 1Q19. Perseroan memperkirakan harga pokok penjualan (COGS) akan turun sejalan dengan keputusan Menteri ESDM Nomor 89K/10/MEMR/2020 dimana harga pengadaan gas perseroan dari produsen hulu untuk memasok gas ke tujuh sektor industri terpilih akan turun ke USD4-5 per mmbtu.

Adapun sepanjang 1Q20, PGAS merealisasikan capex USD36 juta. Alokasi capex perseroan telah diturunkan dari USD500-700 juta menjadi USD350-500 juta.

Related posts