November 18, 2019

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

ASEAN terus tingkat sistem konektifitas pelayaran

Forum Ekonomi Dunia untuk Asia Timur ke-21 yang bertema “Membentuk Masa Depan Asia Timur melalui Konektivitas”.baru-baru ini diselenggarakan di Thailand. Pertemuan itu menyatakan kecenderungan perkembangan ekonomi kawasan Asia-Pasifik, sekaligus salah satu langkah untuk merealisasi integrasi ASEAN sebelum 2015. Selain sejumlah topik tradisional seputar infrastruktur, visa tunggal, pasar penerbangan tunggal, kemudahan logistik, dan pembentukan Bank ASEAN, dalam forum ini juga dibahas sektor pelayaran internal ASEAN.

Nilai perdagangan intra ASEAN merupakan 27 persen dari volume total perdagangan ASEAN. Pada tahun ini angka itu ditargetkan menjadi 29 persen. Untuk itu, pelayaran internal ASEAN sedang menghadapi peluang perkembangan yang luas. Dilihat dari situasi makro, pasar pelayaran ASEAN, termasuk Indonesia, sedang berkembang kuat. Banyak perusahaan transportasi laut mencapai laba lumayan tinggi. Sedikit perusahaan mengalami penurunan laba karena lesunya ekonomi Eropa dan AS serta kenaikan BBM. Perusahaan pelayaran yang menjalankan bisnis domestik maupun intra ASEAN semua berprospek cerah.

Peluang dan pertumbuhan pesat perdagangan intra ASEAN menuntut sector pelayaran meningkatkan konektivitas, sehingga pembangunan infrastrutur pelayaran merupakan bagian penting dari program “konektivitas ASEAN”, yang menganggarkan dana sebesar US$ 60 miliar.

Beberapa dermaga dan pelabuhan di negara-negara ASEAN saat ini sedang ditingkatkan dan diperluas. Misalnya volume bongkar muat di pelabuhan Singapura akan menjadi 55 juta peti kemas per tahun pada 2018 nanti, dibanding 29,9 juta saat ini. Volume pelabuhan Kelang Malaysia akan bertambah menjadi 8 sampai 10 juta peti kemas per tahun. Sedangkan pelabuhan Tanjung Priok akan naik menjadi 5,9 juta sampai 11 juta peti kemas per tahun sebelum 2017. Beberapa pelabuhan Indonesia juga terus diperluas. Pemerintah Indonesia mengharapkan volume logistik 2012 dapat naik 15 persen sejalan dengan perluasan pembangunan pelabuhan.

Pakar berpendapat, faktor internal dan eksternal telah merangsang perkembangan pesat konektivitas pelayaran ASEAN, yang diyakini dapat mendorong pengintegrasian ekonomi ASEAN.(CRI)

Related posts