November 14, 2019

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

krisis utang Zona Euro memiliki sedikit dampak terhadap kawasan negara ASEAN

Faktor ketidakpastian dan krisis utang Eropa yang berlanjut terus mendatangkan kekhawatiran publik pada perekonomian dunia ke depan. Saat ini dunia lagi memfokuskan KTT G-20 yang digelar di Meksiko. KTT tersebut diharapkan bisa mencapai hasil positif untuk memelihara pertumbuhan dan mendorong stabilitas ekonomi dunia, sekaligus mendatangkan keyakinan pada ekonomi dunia. Sejumlah pakar berpendapat, dampak krisis utang Eropa pada negara-negara ASEAN sebenarnya terbatas.
Pakar Song Yinghui dari Institut Hubungan Internasional Tiongkok berpandangan bahwa krisis utang Eropa terhadap negara-negara ASEAN memang ada tapi tidak terlalu besar. Hal ini diebabkan ASEAN memilik daya potensi pembangunan yang luas dan besar. Andalan ASEAN pada ekonomi Eropa mengecil setiap tahun; sebaliknya, Asia Tenggara berangsur-angsur menjadi salah satu daya pendorong bagi ekonomi Eropa. Perdagangan dan investasi Eropa di Asia Tenggara relatif baik, perusahaan-perusahaan yang merintas bisnis antara Eropa dan Asia Tenggara relatif sehat, maka dampak krisis utang Eropa terhadap perusahaan itu agak kecil.

Pakar berpendapat, gangguan luar terhadap perdagangan internal Asia relatif kecil dibanding tahun 2008. Meskipun perusahaan-perusahaan Asia sedang menghadapi resiko di mana ekspor ke Zona Euro melesu dan pendanaan perdagangan menurun, namun dampaknya tidak sebesar seperti resesi global pada 2008 dan 2009, apalagi pemimpin-pemimpin negara Asia Tenggara telah melakukan persiapan sebelumnya.

Sejalan dengan pembangunan negara-negara ASEAN serta proses pengintegrasian, ASEAN kian menonjol di dunia. Semakin banyak negara ingin meningkatkan hubungan dengan ASEAN. Selama dua tahun ini, hubungan ASEAN dengan Uni Eropa berkembang pesat, khususnya di bidang ekonomi yang menjadi salah satu platform yang diperhatikan bersama kedua pihak.

KTT ASEAN-UniEropa telah digelar dua kali, pertemuan menteri ekonomi ASEAN-Eropa telah digelar empat kali. KTT itu telah banyak menghasilkan kerja sama ekonomi yang sukses.

Pakar dari ASEAN pada umumnya berpendapat, dengan pembentukan zona perdagangan bebas Tiongkok-ASEAN (CAFTA), negara-negara ASEAN juga mendapat untung besar dari pertumbuhan ekonomi Tiongkok,.

Song Yinghui menyatakan, sejak terjadinya krisis ekonomi pada 2008, hubungan ekonomi Tiongkok dan ASEAN meningkay nyata. Hal ini dapat mendorong pertumbuhan ASEAN lebih cepat, khususnya sejak pembentukan CAFTA pada 2010.

Sebagai contoh nyata, struktur ekspor Indonesia mengalami perubahaan nyata sebelum dan sesudah krisis ekonomi. Di bandingkan dengan 2009, volume ekspor Indonesia ke Eropa, AS dan Jepang masing-masing menurun satu persen, sedangkan ekspor ke Tiongkok meningkat satu persen.(CRI)

Related posts