Oktober 20, 2018

Select your Top Menu from wp menus

Indonesia Suplus perdagangan international senilai USD 500 juta

Menurut data yang diumumkan Biro Statistik Pusat Indonesia, surplus perdagangan Indonesia tercatat US$ 500 juta dalam delapan bulan pertama tahun ini, Tiongkok menjadi mitra perdagangan terbesar bagi Indonesia. Dari Januari sampai Agustus yang lalu, ekspor Indonesia tercatat US$ 127,2 miliar, menurun 5,6 persen dibandingkan dengan peirode sama tahun lalu, impor senilai US$ 126,7 miliar, naik 10,3 persen dibandingkan dengan periode yang sama, surplus perdagangan mencapai US$ 500 juta. Pasar ekspor terbesar Indonesia ialah Tiongkok, dengan volume ekspor tercatat US$ 13,4 miliiar, Jepang, Amerika, India menempati urutan kedua sampai keempat. Volume ekspor terhadap keempat negara tersebut mencapai 34,6 persen dari pada volme total ekspor Indonesia.

Dari Januari hingga Agustus yang lalu, Tiongkok menjadi pasar ekspor dan sumber impor terbesar bagi Indonesia. Karena permintaan domestik Indonesia tetap besar, tingkat pembangunan infrastruktur dan investasi relatif kuat, sehingga mendorong impor komoditas dan bahan mentah. Sementara itu, kemerosotan ekonomi global mengakibatakan kelemahan permintaan domestik, harga produk primier internasional menurun, serta kebijakan perdagangan dalam negeri mempengaruhi ekspor. Dalam semester pertama tahun ini, ekspor Indonesia relatif menurun, kecenderungan bertumbuhnya impor tetap berkontinu. Dalam semester kedua tahun ini, pemerintah Indonesia mengambil serangkaian tindakan untuk membatasi impor, diprakirakan surplus perdagangan Indonesia akan meningkat dan akhirnya memelihara surplus perdagangan dalam voleme kecil pada sepanjang tahun.

Related posts