Desember 16, 2018

Select your Top Menu from wp menus

Sejarah dan Profil Singkat NISP (Bank OCBC NISP Tbk)

britama.com, Bank OCBC NISP Tbk (dahulu Bank NISP Tbk) (NISP) didirikan tanggal 04 April 1941 dengan nama NV. Nederlandsch Indische Spaar En Deposito Bank dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1941. Kantor pusat NISP terletak di OCBC NISP Tower, Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 25 (Casablanca), Jakarta 12940 – Indonesia. Saat ini, Bank OCBC NISP memiliki 46 kantor cabang, 249 kantor cabang pembantu, 22 kantor kas, 10 kantor cabang syariah dan 12 payment point.

Telp: (62-21) 2553-3888 (Hunting), Fax: (62-21) 5794-4000, NISP Call: 1500-999 atau HP 66-999.

Telex: -, Swift Code/Member Code: NISPIDJA.

Pada awal pendiriannya, NISP beroperasi sebagai bank tabungan kemudian tanggal 20 Juli 1967 NISP memperoleh izin untuk beroperasi sebagai bank umum dari Menteri Keuangan Republik Indonesia. Lalu tanggal 08 September 2009 NISP memperoleh ijin unit usaha syariah Berdasarkan Keputusan Deputi Gubernur Bank Indonesia, NISP mulai melakukan kegiatan perbankan berdasarkan prinsip syariah pada tanggal 12 Oktober 2009.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Bank OCBC NISP Tbk adalah OCBC Overseas Investments Pte. Ltd., dengan persentase kepemilikan sebesar 85,08%. OCBC Overseas Investments Pte. Ltd. merupakan anak perusahaan dari Oversea-Chinese Banking Corporation Limited (OCBC Bank), yang berkedudukan di singapura.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan NISP adalah melakukan kegiatan usaha di bidang bank umum termasuk kegiatan perbankan yang melaksanakan usaha syariah.

Pada tanggal 16 September 1994, NISP memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham NISP (IPO) kepada masyarakat sebanyak 12.500.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp3.100,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 20 Oktober 1994.

Sejarah Pencatatan Saham

Jenis Pencatatan
Saham
Tgl Pencatatan
Saham Perdana @ Rp3.100,-
12.500.000
20-Okt-1994
Pencatatan Saham Pendiri (Company Listing)
50.000.000
20-Okt-1994
Pemecahan Saham(Stock Split)
62.500.000
03-Feb-1997
Saham Bonus (Bonus Shares)
50.000.000
28-Feb-1997
Saham Bonus (Bonus Shares)
120.750.000
04-Des-1998
Penawaran Terbatas (Right Issue I)
253.471.865
18-Des-1998
Penghapusan Sebagian (Partial Delisting)
-5.492.500
11-Jun-1999
Pemecahan Saham(Stock Split)
543.729.365
04-Nop-1999
Penawaran Terbatas (Right Issue II)
117.432.571
08-Feb-2001
Penghapusan Sebagian (Partial Delisting)
-1.173.764
13-Feb-2001
Penawaran Terbatas (Right Issue III)
802.478.359
02-Jul-2002
Pemecahan Saham(Stock Split)
2.006.195.896
10-Feb-2003
Dividen Saham (Stock Dividend)
80.247.836
07-Okt-2003
Penawaran Terbatas (Right Issue IV)
793.972.087
16-Des-2005
Penawaran Terbatas (Right Issue V)
869.816.886
01-Jun-2007
Penggabungan Usaha (Merger)*
1.215.073.776
03-Jan-2011
Penawaran Terbatas (Right IssueVI)
1.491.901.509
19-Jun-2012
Penawaran Terbatas (Right IssueVII)
2.894.484.130
22-Nop-2013
Tidak dicatatkan (Unlisted)
114.760.470
 

* Penggabungan usaha (Merger) Bank OCBC NISP dengan Bank OCBC Indonesia.

Dewan Komisaris dan Direksi

Nama
Jabatan
Pramukti Surjaudaja Presiden Komisaris
Peter Eko Sutioso Wakil Presiden Komisaris (Independen)
Jusuf Halim Komisaris Independen
Kwan Chiew Choi Komisaris Independen
Lai Teck Poh (Dua Teck Poh) Komisaris
Samuel Nag Tsien Komisaris
 
Parwati Surjaudaja Presiden Direktur dan Direktur Human Capital
Yogadharma Ratnapalasari Direktur Operation dan IT
Rama Pranata Kusumaputra Direktur Kepatuhan dan Corporate Communication
Emilya Tjahjadi Direktur Enterprise Banking
Hartati Direktur Financial & Planning (Independen)
Martin Widjaja Direktur Wholesale Banking
Andrae Krishnawan W. Direktur Consumer Banking
Low Seh Kiat Direktur Commercial Banking
Johannes Husin Direktur Treasury
Joseph Chan Fook Onn Direktur Manajemen Risiko

Catatan: Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.29 tahun 1999 tentang Pembelian Saham Bank Umum Pasal 4 Ayat 2 dan 3, yang antara lain menetapkan bahwa saham bank hanya boleh tercatat di Bursa Efek sebanyak-banyaknya 99%.

Related posts