Desember 05, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Investor dari Top 500 Tiongkok akan investasi di Indonesia

Sebanyak 50 orang pengusaha dan investor Tiongkok yang tergabung dalam “China Top 500 Foreign Trade Enterprise Club (Top 500)” berkunjung ke KBRI Beijing guna mendapatkan informasi mengenai peluang kerjasama ekonomi, perdagangan dan investasi di Indonesia. Dipimpin oleh Wakil Presiden Top 500, Zhao Yan, para pengusaha dan investor tersebut diterima oleh Wakil Kepala Perwakilan RI (Wakeppri) KBRI Beijing, Wisnu Edi Pratignyo.

Wakeppri Beijing menyambut baik kunjungan para pengusaha dan investor Tiongkok dan berharap kunjungan ini dapat ditindaklanjuti dengan berbagai kegiatan seperti seminar bersama dan kunjungan ke Indonesia. Wakeppri juga menjelaskan stabilitas pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir ini rata-rata sebesar 6 persen per tahun. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah RI seperti menjaga tingkat inflasi dan mendorong pertumbuhan sektor riil. Selain itu, guna menarik investasi asing, Pemerintah RI juga menyiapkan serangkaian paket kebijakan ekonomi, memberikan kepastian hukum dan kemudahan proses perijinan serta memberikan insentif perpajakan yang menarik.

Sementara itu, guna memberikan gambaran mengenai peluang investasi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia, Sekretaris Pertama Fungsi Ekonomi KBRI Beijing menyampaikan paparan mengenai peluang investasi di enam koridor ekonomi yang tercakup dalam program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang diluncurkan Pemerintah RI pada pertengahan tahun 2011. Melalui program MP3EI, Pemerintah RI bermaksud memacu pembangunan infrastruktur yang menghubungkan seluruh kawasan Indonesia dengan melibatkan peran swasta, baik dalam maupun luar negeri, Untuk tiu, terdapat 22 kegiatan ekonomi yang dapat dikerjakan oleh para investor seperti batu bara, nikel, pariwisata, kawasan selat Sunda dan kawasan daerah khusus ibu kota Jakarta. Guna menyukseskan program MP3EI tersebut, Pemerintah RI mengundang investor manca negara, termasuk investor Tiongkok untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Dalam sesi tanya jawab, para pengusaha dan investor RRT menunjukkan minatnya berinvestasi di berbagai sektor seperti manufaktur dan pertambangan. Beberapa permasalahan yang mengemuka antara lain mengenai proses perijinan dan ijin tinggal, kepabeanan dan kesempatan mendapatkan kredit usaha. Menjawab pertanyaan tersebut dijelaskan bahwa untuk proses perijinan secara umum berada dibawah Badan Koordinasi Penanaman Modal, namun untuk sektor pertambangan, ijinnya harus melalui Kementerian Pertambangan. Sedangkan untuk kredit bisa memanfaatkan keberadaan perbankan RRT yang sudah ada di Indonesia seperti Bank of China dan ICBC.

Related posts