Januari 16, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Pemerintah siap atasi goncangan moneter dan memelihara perkembangan Ekonomi

Pemerintah Indonesia tengah mengambil berbagai langkah untuk mengatasi kegoncangan pasar moneter dan memelihara pekembangan ekonomi dalam negeri yang berkelanjutan.

Walaupun Bank Sentral Indonesia telah dua kali berturut-turut meningkatkan suku bunga standar dan mengambil serangkaian langkah intervensi pasar, tetapi prakiraan pasar terus meningkat terhadap kemunduran Amerika Serikat dari kebijakan kelonggaran kuantitatif. Sementara itu, unsur lainnya yaitu pasar saham global yang terus menurun, kebijakan kelonggaran moneter Jepang yang tidak terbatas, dan melemahnya ekspor. Semuanya itu ikut memicu kegoncangan pasar moneter di Indonesia. Pada 15 Juli lalu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika menerobos Rp 10.000. Bahkan pada pekan ketiga bulan ini, angka itu mencapai titik terendah dalam empat tahun terakhir yaitu Rp 10.851. Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan ditutup pada 4.169. Defisit akun dan transaksi belanja dalam neraca perdagangan juga mengalami defisit hingga 4,4 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Presiden SBY mengatakan saat ini ekonomi Indonesia menghadapi tekanan seperti yang terjadi pada 2008, yaitu terdampak oleh situasi eksternal dan unsur domestik. Pada akhir pekan lalu, SBY telah mengesahkan paket rencana termasuk tiga target utama dan berbagai langkah, yaitu mengatasi defisit anggaran, menstabilkan nilai tukar mata uang rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan, mengontrol inflasi, mempercepat pelaksanaan rancangan pembangunan ekonomi, memelihara pertumbuhan ekonomi dan daya beli konsumen, mendukung badan-badan ekonomi dan mencegah kemungkinan terjadinya gelombangan pengurangan jumlah karyawan. Langkah-langkah yang akan diambil ialah menyederhanakan prosedur investasi, mengintensifkan fungsi layanan, merangsang pasar ekonomi dengan berbagai preferensi pajak, mengontrol defisit anggaran belanja sepanjang tahun pada 2,38 persen dari PDB, meningkatkan ekspor, mengurangi pengeluaran valuta asing, dan menjamin sepenuhnya pelaksanaan amandemen anggaran belanja tahun 2013.

Sementara itu, Bank Sentral Indonesia akan mengambil lima langkah guna meningkatkan stabilitas sistem moneter, mendukung perkembangan ekonomi yang berkelanjutan. Pertama, waktu deposito berjangka mata uang asing akan diperpanjang dari 7 hari, 14 hari dan 30 hari menjadi 1 bulan hingga 12 bulan. Ini dilakukan untuk memperpanjang batas waktu valuta asing yang disimpan dalam bank komersial. Kedua, memperlonggar pembatasan terhadap eksportir untuk membeli mata uang asing. Ketiga, memperbaiki prosedur transaksi antara bank sentral dengan berbagai bank lainnya. Keempat, memperlonggar penetapan utang luar negeri, guna menambah tipe utang luar negeri jangka pendek di berbagai bank. Kelima, bank sentral akan meluncurkan sertifikat deposit berjangka untuk menyediakan ruang yang lebih luas untuk peredaran dana rupiah dan mengintensifkan pasar mata uang.

Related posts