April 18, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Pemerintah perkirakan pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,5% tahun 2014

Britama.com – Pemerintah mengajukan usulan perubahan asumsi makro ekonomi kepada DPR seiring dinamika perekonomian yang bergerak menjauhi perkiraan awal dalam APBN 2014. Pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun 2014 diperkirakan hanya 5,5%, lebih rendah dari perkiraan dalam APBN 2014 yang mencapai 6%, seiring penurunan kinerja ekspor akibat pertumbuhan ekonomi global yang masih lemah, kebijakan moneter dan fiskal yang masih ketat serta perubahan arah kebijakan ekspor mineral.

Nilai tukar rupiah diprediksi berfluktuasi pada kisaran Rp 11.700 per USD sepanjang tahun 2014, lebih lemah dari asumsi awal Rp 10.500 per USD. Sementara itu, suku bunga surat perbendaharaan negara (SPN) 3 bulan diperkirakan 6%, lebih tinggi dibandingkan dengan asumsi APBN 2014 yang ditetapkan 5,5%. Implementasi kebijakan tapering off oleh the Fed yang masih berlanjut sepanjang 2014 membuat suku bunga SPN 3 bulan akan menghadapi tekanan. Lifting minyak bumi diperkirakan hanya 818.000 barel per hari (bph), lebih rendah dari asumsi awal 870.000 bph karena penurunan produksi sumur-sumur minyak yang tua dan gangguan operasi.

Di sisi lain, lapangan minyak yang baru, yaitu Blok Cepu, belum siap berproduksi. Lifting gas bumi dipangkas menjadi 1,22 juta bph setara minyak dari semula 1,24 bph setara minyak karena penyerapan gas oleh pembeli yang lebih rendah dari komitmen akibat kendala fasilitas dan jaringan.

Sedang asumsi inflasi tidak diubah atau tetap pada kisaran 4,5%±1%. Asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) tetap USD 105 per barel. Pemerintah melihat pertumbuhan konsumsi minyak dunia mampu diimbangi oleh peningkatan pasokan, terutama dari luar Organisasi Negara Eksportir Minyak (OPEC).

Related posts