April 18, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Target pertumbuhan ekonomi Vietnam sulit tercapai pada tahun ini

Britama.com – Beberapa tahun ini, akibat dampak dari krisis moneter internasional dan peningkatan inflasi, pertumbuhan ekonomi Vietnam mulai menurun. Saat ini, terdapat sejumlah faktor negatif dan ketidakpastian yang dihadapi perekonomian Vietnam. Diperkirakan ekonomi Vietnam akan sulit keluar dari keterpurukan dalam waktu dekat.

Menurut pengumuman Badan Statistik Vietnam, angka PDB Vietnam pada triwulan pertama tahun ini hanya naik 0,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Menurut statistik pemerintah, surplus perdagangan pada triwulan pertama tercatat US$ 1 miliar, Vietnam berpendapat, ekspor perusahaan asing adalah “daya penggerak” untuk mendorong perdagangan dengan luar negeri. Pada bulan Maret lalu, nilai ekspor perusahaan modal asing menduduki 68 persen dalam nilai total ekspor Vietnam.

Dilihat dari jenis barang, komoditi industri pertama dengan nilai tambah kecil masih mendominasi barang-barang ekspor Vietnam. Analis berpendapat, dilihat dari keadaan ini, Vietnam tidak memperoleh manfaat dari restrukturisasi industri besar-besaran yang dijalankan negara-negara tetangganya. Reformasi struktur ekonomi domestic negara itu sedang menghadapi hambatan besar.

Sejumlah masalah mendera ekonomi Vietnam saat ini. Pertama, kredit tanpa batas selama beberapa tahun ini telah mengakibatkan inflasi. Kedua, minimnya layanan di bidang kedokteran, pendidikan dan infrastruktur Vietnam telah memperparah perkembangan ekonomi Vietnam. Ketiga, perusahaan Vietnam kekurangan daya saing karena tidak rasionalnya struktur ekonomi, sehingga pertumbuhan PDB selalu tergantung berat pada investasi dan ekspor.

Pada 2013, nilai perdagangan bilateral Tiongkok dan Vietnam tercatat US$ 65,48 miliar. Tiongkok selama 10 tahun berturut-turut mejadi mitra dagang terbesar Vietnam.

Insiden pemukulan, penghancuran, penjarahan dan pembakaran terhadap perusahaan asing, khususnya perusahaan modal Tiongkok di Vietnam baru-baru ini telah berdampak besar terhadap bisnis perusahaan-perusahaan tersebut, bahkan membahayakan keamanan jiwa dan harta perusahaan modal asing. Reputasi Vietnam merosot tajam di bidang keamanan investasi karena hal tersebut. Pertumbuhan ekonomi dan perdagangan dengan luar negeri Vietnam dipastikan akan mengalami kerugian besar.

Menurut statistik, pada lima bulan pertama tahun ini, Vietnam menarik modal asing sebesar US$ 5,5 miliar. Angka tersebut hanya merupakan 65,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Dilihat dari angka tersebut, PDB yang ditargetkan sebesar 8 persen dan inflasi di bawah 7 persen sepanjang 2014 sepertinya akan sulit direalisasi.

Related posts