Juni 17, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih AKRA tumbuh 7,14% pada Semester I 2014

Britama.comPT AKR Corprindo Tbk / AKRA membukukan laba bersih sebesar Rp375,96 miliar atau Rp96,45 (Dilusian 96,25) per saham pada Semester I 2014. Laba bersih Semester I 2014 menunjukan pertumbuhan kinerja AKRA sebesar 7,14% bila dibandingkan dengan laba bersih pada Semester I 2013 sebesar Rp350,92 miliar atau Rp90,65 (Dilusian 89,99) per saham.

Hal ini disebabkan Pendapatan AKRA mengalami peningkatan sebesar 5,80% atau Rp10,62 triliun Semester I 2013 menjadi Rp11,26 triliun pada Semester I 2014. Laba Entitas Asosiasi mengalami Kenaikan dari Rp1,45 miliar menjadi Rp4,45 miliar. Sedangkan Beban Pokok AKRA mengalami kenaikan dari Rp9,98 triliun Semester I 2013 menjadi Rp10,46 triliun pada Semester I 2014. Beban Usaha dan Lain mengalami kenaikan dari Rp232,73 miliar menjadi Rp307,59 miliar. Beban Keuangan mengalami Kenaikan dari Rp(2,56) miliar menjadi Rp(33,58) miliar.

Rincian Penjualan dan Pendapatan AKRA berdasarkan segmen usaha pada Semester I 2014 dan Semester I 2013, antara lain:

  1. Perdagangan dan Distribusi
    • Bahan Bakar Minyak – Rp8,89 triliun dan Rp8,32 triliun.
    • Kimia Dasar – Rp1,59 triliun dan Rp1,52 triliun.
  2. Pabrikan (Sobitol, Tepung dan Turunannya) – Rp415,70 miliar dan Rp353,77 miliar.
  3. Jasa Logistik – Rp304,02 miliar dan Rp335,59 miliar.
  • Pertambangan Batubara – Rp49,29 miliar dan Rp90,79 miliar.
  • Keterangan:
    Perdagangan & Distribusi berupa pendistribusian produk BBM dan beragam jenis bahan-bahan kimia dasar seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC resin dan soda ash.
    Jasa Logistik berupa penyediaan beragam jasa logistik seperti penyewaan tangki penyimpanan dan gudang, jasa pengepakan, bongkar muat dan jasa transportasi terutama untuk produk-produk kimia cair dan padat di Indonesia serta produk BBM di Indonesia dan operasi pelabuhan di Guigang, China.
    Pabrikan berupa produksi sorbitol cair dan bubuk di China serta bahan perekat oleh Aruki.
    Penambangan berupa Kelompok Usaha di bawah Anugrah dan Entitas Anaknya. Segmen ini memegang beberapa ijin penambangan batubara di beberapa area di Kalimantan. Pada bulan Agustus 2011, BKP, salah satu Entitas Anak, telah memulai kegiatan produksi batubara.

    Related posts