Juni 21, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih SCCO turun 33,55% Semester I 2014

Britama.comPT Supreme Cable Manufacturing & Commerce Tbk (SCCO) membukukan laba bersih sebesar Rp64,96 miliar atau Rp316 per saham pada Semester I tahun 2014. Laba bersih Semester I tahun 2014 menunjukan penurunan kinerja SCCO sebesar 33,55% bila dibandingkan dengan laba bersih pada Semester I tahun 2013 sebesar Rp97,76 miliar atau Rp476 persaham.

Hal ini disebabkan oleh Beban Pokok perseroan mengalami kenaikan dari Rp1,51 triliun menjadi Rp1,53 triliun. Beban Usaha dan Lainnya perseroan mengalami peningkatan dari Rp43,83 miliar menjadi Rp63,27 miliar. Beban Keuangan mengalami kenaikan dari Rp3,32 miliar menjadi Rp20,40 miliar. Pendapatan Pokok perseroan mengalami pertumbuhan dari Rp1,68 triliun pada Semester I tahun 2013 menjadi Rp1,69 triliun miliar pada Semester I tahun 2014 dan Pendapatan Asosiasi perseroan mengalami peningkatan dari Rp4,26 miliar menjadi Rp11,84 miliar.

SCCO merupakan perusahan yang bergerak di bidang produksi bermacam-macam kabel, produk-produk yang berhubungan dengan segala macam produk melamin serta menjual produk-produk dalam negeri maupun diekspor. Di bawah ini adalah rincian Pendapatan pokok perseroan pada Semester I tahun 2014 dan 2013 antara lain

  1. Kabel – Rp1,59 triliun dan Rp1,58 triliun.
  2. Insulation – Rp77,59 miliar dan Rp84,18 miliar.
  3. Melamin – Rp15,84 miliar dan Rp15,65 miliar.

Di bawah ini adalah transaksi penjualan Semester I tahun 2014 dan 2013 dengan pihak yang berlasi antara lain

  1. PT Kabelindo Murni Tbk (KBLM) – Rp336,84 miliar (19,95% dari total pendapatan Pokok perseroan) dan Rp344,61 miliar (20,50% dari total pendapatan Pokok perseroan) .
  2. PT Sibalec – Rp306,25 miliar (18,15% dari total pendapatan Pokok perseroan) dan Rp270,19 miliar (16,07% dari total pendapatan Pokok perseroan) .
  3. PT Setia Sapta – Rp247,63 miliar (14,67% dari total pendapatan Pokok perseroan) dan Rp161,58 miliar (9,61% dari total pendapatan Pokok perseroan) .
  4. PT Sibalec Power Cable – Rp193,69 miliar (11,48% dari total pendapatan Pokok perseroan) dan Rp182,70 miliar (10,87% dari total pendapatan Pokok perseroan) .
  5. PT Tutulan Sukma – Rp96,53 miliar (5,72% dari total pendapatan Pokok perseroan) dan Rp49,72 miliar (2,96% dari total pendapatan Pokok perseroan) .
  6. PT Mesindo Agung Nusantara – Rp0,47 miliar (0,030% dari total pendapatan Pokok perseroan) dan Rp0,01 miliar (0,01% dari total pendapatan Pokok perseroan) .

Related posts