Oktober 22, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Kinerja SIAP semester I 2014 negatif

Britama.comPT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP) membukukan Rugi bersih sebesar Rp3,89 miliar atau Rp6,48 per saham pada Semester I 2014. Rugi bersih Semester I 2014 menunjukan anjiloknya kinerja Sekawan Intipratama bila dibandingkan dengan laba bersih pada Semester I tahun 2013 sebesar Rp1,84 miliar atau Rp3,07 persaham.

Hal ini disebabkan oleh Beban Pokok SIAP mengalami kenaikan dari Rp96,11 miliar menjadi Rp129,36 miliar. Beban Usaha dan lainnya perseroan mengalami peningkatan dari Rp14,17 miliar menjadi Rp16,92 miliar. Beban Keuangan perseroan mengalami peningkatan dari Rp2,97 miliar menjadi Rp8,27 miliar. Pendapatan Pokok perseroan mengalami peningkatan dari Rp117,02 miliar pada Semester I tahun 2013 menjadi Rp147,18 miliar pada Semester I tahun 2014.

Sekawan Intipratama merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perindustrian, perdagangan, pertambangan, pembangunan, pengangkutan, pertanian, percetakan, dan jasa. Kegiatan utama Perusahaan adalah di bidang industri percetakan dan perdagangan. Di bawah ini adalah rincian pendapatan perseroan pada Semester I 2014 dan 2013 yaitu

  1. Alat Kesehatan dan Industri Kebutuhan Rumah Tangga – Rp121,39 miliar dan Rp101,94 miliar.
  2. Percetakan – Rp18,08 miliar dan Rp8,83 miliar.
  3. Percetakan – Rp3,60 miliar dan Rp7,08 miliar.

SIAP pada bulan Agustus 2014 melaksanakan right issue (Penawaran saham terbatas) untuk akuisisi Indo Wana Bara Mining Coal. Perseroan menyiapkan dana sebesar USD776 juta untuk membiayai ekspansi usaha hingga 2016. Perseroan akan membangun pabrik etanol senilai USD560 juta euro di Melak, Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Tahun ini, SIAP juga akan mengakuisisi PLTU di Bintan, Riau, senilai USD40 juta. Kapasitas PLTU tersebut nantinya dapat mencapai 2X15 MW. Sementara itu, pada September ini, perseroan akan menyelesaikan akuisisi Mahaputra Adinusa, distributor BBM, senilai Rp40 miliar. Tahun depan, SIAP akan membangun floating coal storage di Vietnam senilai USD7,5 juta. Perseroan juga akan membangun pabrik etanol berkapasitas 240 ribu ton per tahun di lahan seluas 36 ha. Nantinya rasio produksi etanol menjadi 2:1 dengan batubara.

Related posts