Desember 09, 2019

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Hati-hati main saham SIAP, walaupun Laba per saham Rp55,89 di Kuartal III 2014

Britama.com – Sekawan Intipratama Tbk (SIAP) membukukan laba bersih sebesar Rp1,41 triliun atau Rp55,89 per saham pada Kuartal III 2014. Laba bersih Kuartal III 2014 menunjukan “kinclongnya kinerja?” Sekawan Intipratama bila dibandingkan dengan laba bersih pada Kuartal III tahun 2013 hanya sebesar Rp145,70 juta atau Rp0,24 per saham.

Hal ini disebabkan oleh Penambahan Modal melalui Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) dengan menerbitkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak 23,40 miliar lembar dengan harga pelaksanaan Rp200,-. Dana hasil PUT I ini digunakan untuk mengakuisisi RITS Ventures Limited (memiliki anak usaha di bidang pertambangan). Akuisisi ini menghasilkan Pendapatan diluar usaha bagi SIAP sebesar Rp1,359 triliun, karena harga akuisisi dibawah nilai wajar aset bersih. Namun per 30 September 2014, perusahaan yang diakuisisi ini belum beroperasi secara komersial.

Untuk diketahui, pemegang saham utama setelah PUT I ini, yakni Fundamental Resources Pte. Ltd dengan persentase kepemilikan per 5 Agustus 2014 sebesar 97,25% (23.341.028.112 saham), terus mengurangi kepemilikan sahamnya di SIAP. Per 2 Desember kepemilikan saham Fundamental Resources Pte. Ltd di SIAP hanya tersisa sebesar 64,85% (15.562.896.672 saham) atau berkurang sebanyak 7.778.131.440 saham dalam jangka waktu 4 bulan.

Dalam 4 bulan terakhir ini, harga saham SIAP pun sangat fluktuasi dimana 10 Oktober 2014 harga saham SIAP sempat ditutup di harga Rp136,- per saham dan pada 12 Desember 2014 harga saham SIAP berhasil tutup di harga Rp420,- per saham (merupakan harga tertinggi sejak IPO pada 17 Oktober 2008). Selain fluktuasi harga saham, transaksi SIAP juga meningkat sangat signifikan terutama dalam 3 minggu terakhir, dimana rata-rata transaksi harian mencapai diatas Rp100 miliar per hari dan transaksi pada tanggal 8 Desember 2014 SIAP menjadi emiten yang paling banyak ditransaksikan di Bursa Efek Indonesia, dengan nilai transaksi sebesar Rp273,81 miliar.

Berdasarkan informasi diatas, investor disarankan berhati-hati bila ingin berinvestasi atau berspekulasi di saham SIAP, karena perusahaan yang diakuisisi belum beroperasi secara komersial dan harga batubara cenderung turun. Selain itu, pemegang saham utama (Fundamental Resources Pte. Ltd) cenderung mengurangi saham SIAP yang dimilikinya.

Related posts