Oktober 14, 2019

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Saham CPRO disuspensi Bursa Efek Indonesia, baca ulasannya!!

britama.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham Central Proteina Prima Tbk (CPRO) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai pada perdagangan tanggal 19 Desember 2014. Alasan suspensi adalah cooling down mengingat saham CPRO mengalami kenaikan signifikan yakni sebesar Rp63,- atau 126% dari harga penutupan Rp50,- pada tanggal 20 Nopember 2014 menjadi Rp113,- pada tanggal 18 Desember 2014.

Tujuan suspensi ini adalah untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di Saham CPRO.

Untuk diketahui, pada kuartal III 2014 CPRO berhasil membukukan Laba Usaha sebesar Rp167,74 miliar (kuartal III 2013 Rugi Usaha Rp59,68 miliar), namun Laba (Rugi) setelah pajak masih membukukan Rugi bersih sebesar Rp199,80 miliar atau Rp4,9, per saham. Rugi bersih kuartal III 2014 menunjukan adanya perbaikan kinerja perseroan bila dibandingkan dengan kinerja perseroan pada kuartal III 2013 yang membukukan Rugi Bersih sebesar Rp745,87 miliar atau Rp18,4 per saham.

Selain itu, pada tahun 2013 berhasil melakukan restrukturisasi utang obligasi US$ di Blue Ocean Resources Pte. Ltd (BOR) dan memperoleh pendapatan sebesar Rp2,52 triliun dari hasil restrukturisasi, alhasil diakhir periode 2013 perseroan berhasil membukukan Laba Bersih sebesar Rp1,20 triliun atau Rp29,70 per saham yang dimana perseroan pada kuartal III 2013 masih mencatatkan rugi sebesar Rp745,87 miliar.

Berdasarkan keterangan perseroan dalam keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (04/09/2014), mengklaim telah menemukan formula yang diharapkan menjadi solusi penangkal virus yang menjadi masalah utama dalam budidaya udang (Virus IMNV).

Perlu diketahui juga, per 30 September 2014 CPRO masih memiliki hutang dalam US$ sebesar USD299.941.332, sedangkan total aset dalam US$ hanya sebesar USD86.443.280. Selain itu, nilai buku (book value) hanya sebesar Rp27,38 per saham atau sekitar 4,13 kali (113 dibagi dengan 27,38) PBV (price book value) dengan kondisi perusahaan yang masih merugi, ini merupakan sebuah resiko yang tinggi.

Berikut ini 10 broker yang aktif melakukan jual beli saham CPRO selama periode 20-Nop s/d 18-Des 2014:

Broker Beli
Beli Lot
Nilai Beli
Broker Jual
Beli Lot
Nilai Jual
YP
18,736,582
151,930,721,100
YP
18,210,875
147,097,365,300
YU
9,656,992
81,797,003,300
YU
10,809,025
89,223,124,200
YB
8,508,083
72,943,322,300
MU
9,121,013
76,277,482,400
MU
8,217,216
68,915,997,200
YB
7,867,010
67,736,189,800
PD
8,023,647
67,045,453,400
PD
7,711,384
64,647,223,800
NI
6,834,701
55,470,526,000
NI
6,928,762
56,522,290,300
LS
6,489,307
54,708,992,700
KK
6,284,702
52,170,434,200
CC
5,917,179
47,998,092,100
LS
6,104,299
49,956,593,900
KK
5,645,797
47,473,625,600
CC
5,877,334
48,140,356,600
CP
5,212,152
44,982,307,500
CP
5,049,087
43,704,274,800

Berdasarkan ulasan diatas, sebenarnya kenaikan saham CPRO sangat tidak wajar!. Ya, mungkin ada imformasi penting yang belum disampaikan oleh perusahaan atau mungkin kenaikan saham cpro hanya sekedar digoreng oleh pihak tertentu aja atau mungkin seperti tahun 2013 yang mana pada diakhir periode berhasilkan membukukan kenaikan Laba yang signifikan. Namun, tetap berhati-hatilah sebelum melakukan jual atau beli saham!.

Related posts