Oktober 22, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

ANTM mulai cetak Rugi bersih pada tahun 2014 sebesar Rp775,29 miliar

Britama.comPT Aneka Tambang Tbk / ANTAM (ANTM) pada tahun buku 2014 mencetak Kerugian Bersih sebesar Rp775,29 miliar atau Rp(81) per saham. Dengan Kerugian tersebut, sehingga kinerja ANTM pada tahun 2014 anjilok bila dibandingkan dengan Kinerja tahun 2013 yang masih membukukan Laba bersih sebesar Rp409,94 miliar atau Rp43 per saham.

Kerugian Antam dipicu oleh berlakunya larangan Ekspor pemerintah sehingga Pendapatan dari Bijih Nikel Menurun dari Rp4,05 triliun tahun 2013 menjadi hanya Rp89,19 miliar. Untuk Keseluruhan Pendapatan Antam mengalami penurunan sebesar 16,64% atau dari Rp11,30 triliun menjadi Rp9,42 triliun. Pendapatan (Beban) Keuangan mengalami penurunan dari Rp24,96 miliar menjadi Rp(57,89) miliar.

Untuk Beban Pokok perseroan mengalami penurunan dari Rp9,68 triliun menjadi Rp8,64 triliun, sedangkan Beban Usaha dan Lainnya perseroan mengalami penurunan dari Rp1,77 triliun menjadi Rp1,55 triliun.

ANTAM merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan produksi. Di bawah ini adalah rincian pendapatan ANTAM tahun 2014 dan 2013 yaitu

    • Produk Pertambangan
    • Emas – Rp4,90 triliun dan Rp4,71 triliun.
    • Feronikel – Rp3,97 triliun dan Rp2,07 triliun.
    • Batubara – Rp179,41 miliar dan Rp80,69 miliar.
    • Perak – Rp158,97 miliar dan Rp166,46 miliar.
    • Bijih Nikel – Rp89,19 miliar dan Rp4,05 triliun.
    • Bijih Bauksit – Rp19,75 miliar dan Rp70,58 miliar.
    • Logam Mulia Lainnya – Rp4,67 miliar dan Rp4,35 miliar.
  1. Pemurnian Logam Mulia dan Jasa Lainnya – Rp91,91 miliar dan Rp144,84 miliar.

Dari sisi produksi dan penjualan, kinerja operasional ANTAM di tahun 2014 relatif on track. Di tahun 2014, produksi feronikel melebihi target 16.500 TNi dengan capaian 16.851 TNi. Sementara penjualan feronikel melampaui target dengan capaian 19.747 TNi dari target sebesar 19.700 TNi. Meski produksi emas masih mengalami tantangan dari sisi kadar bijih emas yang ditambang, produksi emas tercatat sebesar 2.342 kg (75.297 oz) atau 93,6% dari target. Didukung penjualan dari Butik Emas LM yang sudah mencapai 10 butik, penjualan emas mencapai 9.978 kg (320.800 oz) atau 105,2% dari target.

ANTAM telah melakukan penghematan atau efisiensi biaya yang dimulai tahun 2014 dengan penerapan VHS (Vendor Held Stock) dengan menghilangkan biaya persediaan bahan bakar, ANTM berhasil menghemat sebesar Rp64,9 miliar, dan ANTM tengah memproses right issue dengan HMETD (Hak memesan Efek Terlebih dahulu) untuk mempercepat Realisasi Proyek-proyek Sektor Hilir ANTM di tahun 2015.

Hal tersebut di sampaikan oleh Direktur utama ANTM, Tato Miraza “Menghadapi tantangan yang dihadapi di tahun 2014, program penghematan biaya dan optimalisasi kinerja operasional menjadi prioritas utama ANTAM. Melalui penerapan program penghematan biaya seperti penggunaan umpan bijih yang lebih murah dari Pomalaa, evaluasi terhadap kontrak-kontrak dengan pihak ketiga serta penerapan Vendor Held Stock (VHS) yang menghilangkan biaya persediaan bahan bakar, ANTAM berhasil menghemat Rp64,9 miliar di tahun 2014. Dengan tantangan yang dihadapi, ANTAM tetap berkomitmen untuk mengakselerasi realisasi proyek pertumbuhan hilir (downstream) dalam rangka meningkatkan nilai tambah cadangan dan sumber daya yang dimiliki. Saat ini ANTAM tengah dalam proses perolehan Penyertaan Modal Negara (PMN). Perolehan PMN yang akan dikombinasikan dengan penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu ini akan mempercepat realisasi proyek-proyek pertumbuhan ANTAM di sektor hilir pada tahun 2015.”

Related posts