Oktober 22, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Bank BCA membukukan laba bersih Rp16,5 triliun tahun 2014

Britama.comPT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berhasil membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2014. Pendapatan Bunga Bersih naik 21,2% menjadi Rp32,0 triliun. Pendapatan Operasional Lainnya meningkat 13,5% menjadi Rp9,0 triliun. Pertumbuhan Pendapatan Operasional mendorong peningkatan Laba bersih sebesar 15,7% menjadi Rp16,5 triliun atau Rp677,21 per saham di tahun 2014, dari Rp14,3 triliun atau Rp579,89 per saham pada tahun 2013. Pencapaian ini didukung oleh kualitas portofolio kredit, franchise pendanaan yang solid, efisiensi operasional yang terjaga dan kontribusi laba dari perusahaan anak.

Presiden Direktur BCA, Bapak Jahja Setiaatmadja, menyatakan bahwa, “Tahun 2014 merupakan tahun transisi ekonomi dan politik. Kami melaporkan bahwa BCA kembali meraih hasil kinerja keuangan yang solid pada tahun 2014 dengan tetap menjaga likuiditas dan kualitas aset, serta terus memberikan layanan terbaik bagi para nasabah kami.”

Total portofolio kredit tumbuh Rp34,3 triliun, atau 11,0%, menjadi Rp346,6 triliun pada 31 Desember 2014. Pertumbuhan tersebut terutama berasal dari kredit investasi dan modal kerja yang disalurkan ke segmen korporasi, komersial dan UKM. Kredit korporasi naik 16,9% mencapai Rp120,5 triliun, sedangkan kredit komersial & UKM meningkat 9,7% menjadi Rp134,2 triliun.

Pada tahun 2014, BCA menahan laju pertumbuhan kredit konsumer dan mencatat pertumbuhan yang moderat sebesar 6,1% menjadi Rp92,3 triliun. KPR tumbuh 3,2% menjadi Rp54,7 triliun dengan pertumbuhan terutama terjadi pada kuartal keempat tahun 2014 setelah selama empat triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan yang relatif datar. Pertumbuhan tersebut disebabkan oleh langkah BCA dalam mengurangi suku bunga KPR pada September 2014.

Kredit kendaraan bermotor naik 8,3% menjadi Rp28,9 triliun, sementara outstanding kartu kredit tumbuh 18,5% mencapai Rp8,8 trillion. BCA mengambil langkah yang lebih berhati-hati dalam penyaluran kredit, dimana langkah tersebut tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL) yang rendah sebesar 0,6% dengan rasio cadangan sebesar 324,2%.

Related posts