Oktober 23, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih LPKR tahun 2014 melonjak 107%

Britama.com PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) hari ini mengumumkan hasil audit laporan keuangan tahun 2014 yang telah memecahkan rekor baru dilatar-belakangi oleh perekonomian Indonesia yang penuh tantangan diantaranya pengetatan peraturan KPR, pemilihan presiden yang berlarut-larut dan pelemahan nilai tukar Rupiah.

Pada tahun 2014, LPKR mencapai tingkat Pendapatan dan Laba Bersih yang belum pernah terjadi sebelumnya, masing masing sebesar Rp11.66 triliun, naik 75% dari Rp6.66 triliun dan Rp2,55 triliun, naik 107% dari Rp1,23 triliun di tahun 2013. Pendapatan dari Divisi Urban Development naik 200% menjadi Rp5,65 triliun didukung oleh penjualan aset Mal Kemang ke Lippo Mall Indonesia Retail Trust (LMIRT) sebesar Rp3,37 triliun.

Pendapatan dari divisi Large Scale Integrated tumbuh sehat sebesar 19% menjadi Rp1,33 triliun pada 2014 dari Rp1,12 triliun pada tahun sebelumnya dimana penjualan dari proyek yang ada seperti Kemang Village dan St Moritz telah dibukukan.

Pendapatan dari Divisi Healthcare tumbuh mengesankan sebesar 33% menjadi Rp3,34 Triliun. Siloam telah membuka 4 rumah sakit baru sepanjang tahun, sehingga telah mengoperasikan 20 rumah sakit pada akhir 2014. Yang lebih penting adalah keberlanjutan ekspansi dari margin EBITDA dimana pendapatan dari rumah sakit baru mulai dibukukan.

Pendapatan dari pasien rawat inap naik dengan mengesankan sebesar 34% sedangkan kunjungan rawat jalan tumbuh sebesar 24%. Laba bersih tahun ini sebesar Rp63 miliar, tumbuh sehat dibandingkan periode sama tahun lalu.

Pendapatan divisi Komersial LPKR tumbuh sebesar 16% menjadi Rp668 miliar, terutama didorong oleh kenaikan Pendapatan Mal yang naik sebesar 52% menjadi Rp307 miliar, dengan kontribusi dari Mal Kuta Icon selama setahun penuh ditambah dengan pembukaan 2 mal baru yaitu Lippo Mall Puri dan Lippo Plaza Buton (Bau-bau).

Bisnis Asset Management yang terdiri dari town management dan portofolio & properti management, tumbuh sebesar 15% menjadi Rp665 miliar di tahun 2014 dari Rp580 miliar di tahun 2013.

Pendapatan Development tumbuh sebesar 132% menjadi Rp6,98 triliun yang memberikan kontribusi sebesar 60% terhadap total pendapatan. Sementara itu Pendapatan Recurring tumbuh sebesar 28% menjadi Rp4,68 triliun dan memberikan kontribusi sebesar 40% dari total Pendapatan.

Dengan pertumbuhan laba di tahun 2014, LPKR berhasil menurunkan rasio hutang terhadap ekuitas dan net gearing rasio masing masing menjadi 0.6 dan 0.4. Management LPKR dengan gembira melihat kinerja divisi healthcare LPKR telah berada di jalur yang tepat dan telah menuai manfaat dari skala operasi nasional yang terus berkembang serta dari investasi proyek proyek rumah sakit baru yang mana kami harapkan akan menciptakan nilai jangka panjang yang signifikan bagi para pemegang saham. Di tahun 2015, LPKR akan membuka 6 rumah sakit dan 4 Siloam Express lagi.

Related posts