Oktober 23, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Kinerja BHIT tahun 2014 membaik dengan cetak laba bersih Rp194,4 miliar

Britama.comPT MNC Investama Tbk (BHIT) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2014. Konglomerasi bisnis milik Hary Tanoesoedibjo ini berhasil membukukan laba bersih Rp 194,4 miliar setelah tahun sebelumnya merugi Rp 343,6 miliar. BHIT juga meraih kenaikan pendapatan 7,83% year on year (yoy) di 2014 menjadi Rp 12,43 triliun.

Bisnis media menjadi penyokong terbesar pendapatan BHIT. Sepanjang tahun lalu, mencatat bisnis media berkontribusi sebesar 91,7% dengan rincian 55,4% dari media berbasis iklan dan 26,3% dari media berbasis pelanggan. Kontribusi terbesar selanjutnya berasal dari bisnis multifinance sebesar 6,3%.

Di tahun 2015, Sekitar 88% pendapatan perusahaan berasal dari konsumsi domestik. Sektor konsumer tahun ini diperkirakan tumbuh, didorong pulihnya konsumsi masyarakat.

BHIT kini telah memiliki 2,99 juta saham atau setara 74,7% dari seluruh saham beredar PT MNC Kapital Tbk (BCAP). Depresiasi rupiah Kinerja anak usaha yang produktif masih akan menopang pendapatan BHIT tahun ini. Salah satunya, PT Global Mediacom Tbk (BMTR), yang tengah membangun 12 studio di Kebon Jeruk, serta delapan studio di Kebon Sirih Jakarta, yang ditargetkan tuntas akhir tahun ini.

Saat ini, perseroan itu memiliki total 14 studio. Studio-studio tersebut akan melayani produk televisi milik Grup MNC antara lain, RCTI, MNC TV, Global TV, Sindo TV dan MNC Channels. Di bisnis keuangan, para analis menilai prospek BCAP positif.

Pendapatan BHIT tahun ini mencapai Rp16,29 triliun dan laba bersih Rp467 miliar. Taye dan David merekomendasi buy saham BHIT dengan target harga masing-masing di Rp415 dan Rp340. William merekomendasikan hold di Rp325 per saham. Pada penutupan bursa saham, kemarin (13/4), harga BHIT turun 2,04% menjadi Rp288 per saham.

Related posts