Juni 23, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Minyak turun, Garuda Indonesia cetak laba bersih sebesar USD27,73 juta Semester I 2015

Britama.com – Emiten penerbangang terbesar di Indonesia PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) pada semester I 2015 berhasil membukukan laba bersih sebesar USD27,73 juta, kinerja tersebut gemilang bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2014 yang masih membukukan kerugian yang sangat besar yaitu USD201,32 juta.

Pencapaian kinerja GIAA pada Semester I 2015 tersebut didukung oleh Pendapatan yang meningkat dari USD1,76 miliar pada Semester I 2014 menjadi USD1,84 miliar pada Semester I 2015, dan juga adanya penurunan harga minyak dunia yang tercermin dari penurunan Biaya Operasional Penerbangan Perseroan sebesar 11,67% menjadi USD1,06 miliar dari Biaya operasional pada Semester I 2014 sebesar USD1,20 miliar, serta untuk biaya atau beban usaha dan lainnya mengalami penurunan dari USD 777,04 miliar menjadi USD736,91 juta.

Di bawah ini adalah rincian Pendapatan Garuda Indonesia pada Semester I 2015 dan Semester I 2014 yaitu

  1. Penerbang berjadwal – USD1,61 miliar dan USD1,59 miliar.
  2. Penerbang tidak berjadwal – USD58,09 juta dan USD5,99 juta.
  3. Lainnya – USD174,06 juta dan USD159,43 juta.

Rincian Beban Usaha dan Lainnya pada Semester I 2015 dan Semester I 2014 yaitu

  1. Pemeliharaan dan Perbaikan – USD173,08 juta dan USD163,10 juta.
  2. Tiket, Penjualan dan Promosi – USD152,47 juta dan USD171,19 juta.
  3. Bandara – USD146,47 juta dan USD146,98 juta.
  4. Pelayanan Penumpang – USD130,78 juta dan USD146,57 juta.
  5. Administrasi dan Umum – USD105,96 juta dan USD115,63 juta.
  6. Operasional Hotel – USD14,84 juta dan USD16,65 juta.
  7. Operasional Jaringan – USD5,45 juta dan USD8,49 juta.

Garuda juga berhasil membukukan keuntungan kurs sebesar USD22,45 juta pada Semester I 2015, sedangkan pada periode yang sama tahun 2014 masih mencetak kerugian kurs sebesar USD18,08 juta. Beban keuangan Perseroan menurun dari USD32,44 juga menjadi USD30,89 juta.

Hingga akhir Juni 2015, Garuda Indonesia telah operasikan 174 armada terbang (pesawat), dengan total seluruh aset mencapai USD3,20 miliar, meningkat 2,89% dari aset pada tahun 2014 yaitu USD3,11 miliar.
Total utang Perseroan meningkat dari USD2,23 miliar pada tahun 2014 menjadi USD2,32 miliar pada Semester I 2015.

Related posts