Juni 21, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Kinerja Semester I : Laba bersih Bank Jatim / BJTM turun menjadi Rp524,32 miliar

Britama.com – Bank Pembangunan Jawa Timur Tbk (BJTM) membukukan penurunan laba bersih pada Semester I 2015 sebesar 3,49% menjadi Rp524,32 miliar atau Rp35,15 per saham dari Laba bersih Semester I 2014 yaitu Rp543,28 miliar atau Rp36,42 per saham.

Penurunan kinerja perseroan disebabkan oleh Beban Bunga dan Beban Operasional mengalami kenaikan. Beban Bunga dan Syariah mengalami kenaikan sebesar 34,94% menjadi Rp717,97 miliar dari Beban bunga dan Syariah pada Semester I 2014 yaitu Rp532,08 miliar, dan Beban Operasional mengalami kenaikan dari Rp849,73 miliar menjadi Rp1,04 triliun.

Pendapatan Usaha (Bunga dan Syariah) mengalami kenaikan meskipun laba bersih pada Semester I menurun. Pendapatan Bunga dan Syariah meningkat dari Rp1,95 triliun menjadi Rp2,29 triliun, sedangkan Pendapatan operasional mengalami penurunan dari Rp181,32 miliar menjadi Rp170,38 miliar. Hampir seluruh Pendapatan usaha dikonstribusikan dari Pendapatan Bunga yaitu Rp2,25 triliun di Semester I 2015 dan Semester I 2014 sebesar Rp1,93 triliun. Di bawah ini adalah rincian pendapatan usaha Semester I 2015 dan Semester I 2014 yaitu antara lain

  1. Pendapatan Bunga
    • Kredit – Rp1,77 triliun dan Rp1,55 triliun.
    • Penempatan pada BI dan Bank Lain – Rp215,72 miliar dan Rp200,21 miliar.
    • Sertifikat bank Indonesia – Rp65,66 miliar dan Rp34,96 miliar.
    • Surat berharga hingga jatuh tempo – Rp115,07 miliar dan Rp74,01 miliar.
    • Surat berharga dijual kembali – Rp0 dan Rp4,62 miliar.
    • Provisi – Rp74,22 miliar dan Rp55,05 miliar.
    • Lainnya – Rp8,25 miliar dan Rp6,44 miliar.
  2. Pendapatan Syariah / Margin dan Pendapatan bagi hasil – Rp37,70 miliar dan Rp17,84 miliar.

Total aset Bank Jatim pada Semester I 2015 mencapai Rp50,23 triliun, naik 32,18% dari Total aset pada tahun 2014 yaitu Rp38,00 triliun. Total Utang perseroan mencapai Rp44,30 triliun naik dari total utang pada tahun 2014 yaitu Rp31,95 triliun.

Related posts