Juni 22, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih Komprehensif PTPP melonjak 34% pada Semester I 2015

Britama.com – PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), salah satu perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia (“Perseroan”) berhasil mencatatkan lonjakan kenaikan laba bersih Komprehensif semester I tahun 2015 sebesar Rp200,45 miliar atau Rp41,42 per saham, sedangkan untuk laba bersih yang diatribusikan ke perusahaan Induk (Laba bersih) adalah Rp160,77 miliar atau Rp33 per saham, laba bersih Komprehensif tersebut tumbuh 34% dibandingkan periode yang sama tahun 2014 sebesar Rp149 miliar atau Rp30,79 per saham dan Laba bersih yang diatribusikan ke perusahaan Induk yaitu Rp147,08 miliar atau Rp30 per saham. Untuk Laba bersih yang diatribusikan ke perusahaan Induk hanya tumbuh 9,31%, “Lonjakan tersebut merupakan konstribusi seluruh pilar bisnis Perseroan yang menghasilkan keuntungan bagi Perseroan, yaitu Konstruksi, Properti, EPC, Pracetak, Peralatan dan Investasi. Disamping itu, ini adalah hasil dari program efisiensi dan inovasi terus menerus di Perseroan”, ujar Bambang Triwibowo.

Total order book sampai dengan akhir Juli 2015 mencapai Rp44,14 triliun yang terdiri dari perolehan kontrak baru sebesar Rp15,14 triliun dan carry over sebesar Rp29 triliun. “Sampai dengan akhir tahun ini, Perseroan tetap optimistis dapat meraih target kontrak baru yang sudah ditetapkan oleh Manajemen sebesar Rp27 triliun. Sampai dengan akhir Juli 2015, kontrak baru Perseroan telah mencapai 56% dari total target perolehan kontrak baru yang ditetapkan Perseroan sepanjang tahun ini,” lanjut Bambang Triwibowo.

Beberapa proyek baru yang telah diperoleh Perseroan terkait proyek infrastruktur Pemerintah, antara lain Proyek EPC PLTMG Gorontalo 120 MW di Provinsi Gorontalo sebesar Rp1,6 triliun, Jalan Tol Solo-Kertosono (Soker) Rp417 miliar, Jalan Tol Bawen-Solo Rp339 miliar dan Jalan Sibolga-Batas Tapsel di Sumatera Utara Rp236 miliar.

Selain itu, proyek baru Perseroan yang lain adalah Reklamasi Mandala City di Makassar sebesar Rp2,5 triliun, Pelabuhan Kuala Tanjung Rp 898 miliar, St. Moritz di Makassar Rp524 miliar, Kalibaru di Tanjung Priok (pekerjaan tambah) Rp497 miliar, One Otium Residence Antasari di Jakarta Rp472 miliar, Automall di Makassar Rp358 miliar, Manhattan Greenland Rp352 miliar, Jembatan Holtekam di Papua Rp351 miliar, Apartemen Gunawangsa di Surabaya Rp327 miliar, Springwood Residence di Tangerang Rp298 miliar, Apron Bandara Ahmad Yani di Semarang Rp141miliar, Gedung Jasa Marga di Jakarta Rp112 miliar, dll. Disamping itu, perolehan kontrak baru tersebut juga dikontribusi oleh penjualan anak usaha Perseroan, terutama PT PP Properti Tbk yang telah berhasil meraih penjualan sd akhir Juli sebesar Rp1,07 triliun, PT PP Pracetak Rp923 miliar dan PT PP Peralatan Rp106 miliar.

Related posts