November 14, 2019

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Pendapatan PNIN / Panin Invest Tbk mencapai Rp2,97 triliun pada Semester I 2015

Britama.com – Pada Semester I 2015, PT Panin Invest Tbk (PNIN) membukukan laba bersih Rp410,09 miliar atau Rp100,80 per saham, laba bersih tersebut menurun 16,96% YoY (Year On Year) dari Rp493,82 miliar atau Rp121,45 per saham pada periode yang sama tahun 2014.

Pendapatan PNIN pada Semester I mengalami peningkatan, walaupun laba bersih Perseroan menurun. Pendapatan Perseroan meningkat dari Rp2,14 triliun menjadi Rp2,97 triliun atau meningkat 27,95%. Pendapatan Perseroan pada Semester I 2015 dan Semester I 2014 terdiri dari

  1. Pendapatan Premi Neto (Asuransi Jiwa dan Umum) – Rp2,58 triliun dan Rp1,68 triliun.
  2. Laba penjualan efek neto – Rp412,93 miliar dan Rp262,94 miliar.
  3. Pendapatan Komisi – Rp24,26 miliar dan Rp12,03 miliar.
  4. Laba Penjualan Efek Neto – Rp27,72 miliar dan Rp8,21 miliar.
  5. Laba (Rugi) yang belum direalisasi dari efek – Rp(74,97) miliar dan Rp162,07 miliar.
  6. Penghasilan lain-lain – Rp9,28 miliar dan Rp8,24 miliar.

Asuransi Jiwa Perseroan terdiri dari Universal Life yang memberikan konstribusi pada Semester I 2015 dan Semester I 2014 masing-masing sebesar Rp1,90 triliun dan Rp1,33 triliun, selain itu (unit link, Dwiguna Kombinasi, Dwiguna, Kematian, Semur Hidup, Kesehatan, Kecelakaan) yaitu Rp0,82 triliun dan Rp0,42 triliun. Sedangkan Asuransi Umum yang memberikan konstribusi terbesar berasa dari Kendaraan yaitu Rp185,84 miliar dan Rp15,53 miliar, dan lainnya (Kebakaran, Pengangkutan, dan Varia) Rp259,49 miliar dan Rp91,62 miliar. Untuk Reasuransi Perseroan yaitu Rp(131,18) miliar dan Rp(74,66) miliar.

Beban Perseroan meningkat dari Rp1,70 triliun menjadi Rp2,21 triliun, dan Beban lain-lain naik dari Rp224,14 miliar menjadi Rp407,43 miliar.

Total aset PNIN hingga akhir Juni 2015 mencapai Rp22,76 triliun, menurun 7,61% dari Aset pada tahun 2014 yaitu Rp21,15 triliun. Utang Perseroan mengalami penurunan dari Rp5,40 triliun menjadi Rp5,33 triliun.

Related posts