Juni 21, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Semester I 2015 : Laba bersih KIJA / Kawasan Industri Jababeka tergerus 40,70%

Britama.com – Salah satu emiten kawasan industry terbesar di Indonesia, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk(KIJA) membukukan laba bersih pada Semester I 2015 sebesar Rp249,81 miliar atau Rp12,35 per saham. Laba bersih tersebut anjilok bila dibandingkan dengan laba bersih pada Semester I 2014 yaitu Rp421,28 miliar atau Rp20,82 per saham.

Anjiloknya kinerja KIJA disebabkan oleh meningkatnya Beban pokok Perseroan padahal pendapatan pokok masih mengalami stagnan. Beban pokok mengalami peningkatan dari Rp736,96 miliar menjadi Rp858,89 miliar atau naik 16,54%, Beban usaha juga mengalami kenaikan dari Rp152,59 miliar menjadi Rp195,69 miliar, serta Pendapatan (beban) keuangan mengalami lonjakkan dari Rp108,54 miliar menjadi Rp381,91 miliar atau meningkat 251,86%.

Pendapatan pokok KIJA pada Q1 2015 meningkat sedikit dari Rp1,44 triliun menjadi Rp1,48 triliun, dan Pendapatan lainnya mengalami peningkatan dari Rp37,56 miliar menjadi Rp237,29 miliar. Pendapatan pokok Perseroan pada Semester I 2015 dan Semester I 2014 terdiri dari:

  1. Penjualan
    • Tanah matang – Rp275,93 miliar dan Rp452,01 miliar.
    • Tanah dan bangunan pabrik – Rp96,74 miliar dan Rp133,27 miliar.
    • Ruang Perkantoran dan Ruko – Rp83,73 miliar dan Rp30,68 miliar.
    • Tanah dan Rumah – Rp49,95 miliar dan Rp29,31 miliar.
  2. Tanah, Vila dan Pariwisata – Rp14,33 miliar dan Rp1,28 miliar.
  3. Pembangkit tenaga listrik – Rp733,55 miliar dan Rp601,06 miliar.
  4. Jasa dan Pemeliharaan – Rp120,13 miliar dan Rp124,35 miliar.
  5. Dry port – Rp62,38 miliar dan Rp40,70 miliar.
  6. Golf – Rp30,25 miliar dan Rp25,97 miliar.
  7. Penyewaan Ruang kantor, pabrik dan ruko – Rp6,46 miliar dan Rp3,20 miliar.
  8. Kondominium – Rp1,61 miliar dan Rp1,07 miliar.

Aset KIJA pada Semester I 2015 sebesar Rp9,97 triliun, meningkat dari aset tahun 2014 yaitu Rp8,51 triliun. Utang Perseroan meningkat dari Rp3,86 triliun tahun 2014 menjadi Rp5,19 triliun Semester I 2015.

Related posts