Juni 22, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Semester I 2015 : Laba bersih UNTR / United Tractor Tbk mencapai Rp3,41 triliun

Britama.com – Emiten Jasa Pertambangan dan pertambangan batubara, alat berat, Jasa Konstruksi dan Properti dari Grup Astra PT United Tractor Tbk (UNTR) memukukan pertumbuhan kinerja sebesar 3,65% yang tercermin dari laba berish yang mengalami pertumbuhan dari Rp3,41 triliun atau Rp913 per saham pada Semester I 2014 menjadi Rp3,29 triliun atau Rp881 per saham.

Pertumbuhan kinerja UNTR didukung oleh Keuntungan Kurs yang didapat pada Semester I 2015 yaitu Rp246,37 miliar, sedangkan pada Semester I 2014 mengalami kerugian Kurs yang cukup besar yaitu Rp29,39 miliar, dan Beban Pokok juga mengalami penurunan dari Rp21,80 triliun Semester I 2014 menjadi Rp19,29 triliun Semester I 2015, serta Beban Usaha mengalami peningkatan sedikit dari Rp1,45 triliun menjadi Rp1,46 triliun.

Pendapatan utama perseroan mengalami penurunan sebesar 9,37% menjadi Rp27,53 triliun di Semester I 2015 dari Pendapatan utama perseroan di Semester I 2014 yaitu sebesar Rp24,95 triliun. Pendapatan Keuangan juga mengalami penurunan dari Rp68,37 miliar menjadi Rp52,26 miliar.

UNTR merupakan perusahaan yang bergerak dibidang penjualan alat kontraktor, tambang, jasa konstruksi, serta perbaikan mesin konstraktor merk komatsu. Pendapatan terbesar perseroan berasal dari Pendapatan Jasa dengan Pendapatan pada Semester I 2015 dan Semester I 2014 masing-masing sebesar Rp16,22 triliun dan Rp17,10 triliun, dan Penjualan sebesar Rp8,73 triliun dan Rp10,43 triliun. Di bawah ini adalah rincian pendapatan perseroan antara lain

  1. Penjualan
    • Mesin Konstruksi – Rp6,36 triliun dan Rp7,53 triliun.
    • Batubara – Rp2,37 triliun dan Rp2,89 triliun.
  2. Pendapatan Jasa
    • Kontraktor Penambangan – Rp14,74 triliun dan Rp16,20 triliun.
    • Mesin Konstruksi – Rp0,93 triliun dan Rp0,90 triliun.
    • Kontraktor Konstruksi (dari ACST) – Rp546,35 miliar dan Rp0.

Pada awal tahun 2015, United Tractors Tbk membentuk pilar bisnis ke-empat yaitu Kontraktor Konstruksi. Realisasi tersebut salah satunya adalah dengan mengakuisi mayoritas saham PT Acset Indonusa Tbk (ACST), sebuah perusahaan publik di Indonesia yang menyediakan jasa manajemen konstruktis bangunan dan pondasi.

Total aset Perseroan pada Semester I 2015 sebesar Rp63,82 triliun, naik 5,82% dari Total aset 2014 yaitu Rp60,31 triliun, dan Total utang pada Semester I 2015 mencapai Rp23,12 triliun, naik 6,153% dari total utang 2014 yaitu Rp21,78 triliun.

Related posts