Februari 27, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Timah Tbk / TINS cetak laba bersih Rp5,03 milar pada Semester I 2015

Britama.com – PT Timah Tbk (TINS) melaporkan keuangan Semester I yang berakhir pada 30 Juni 2015, dengan anjiloknya laba bersih Perseroan sebesar 98,50% menjadi Rp5,03 miliar atau Rp0,68 per saham dari Laba bersih pada periode yang sama tahun lalu yaitu Rp334,66 miliar atau Rp44,92 per saham.

Kinerja TINS yang merosot tersebut disebabkan oleh penurunan harga timah yang disebabkan oleh lesunya pertumbuhan ekonomi dunia yang terlihat dari pendapatan Kotor Perseroan menurun dari Rp652,22 miliar menjadi Rp262,77 miliar atau turun 59,71%. Pendapatan kotor tersebut didapat dari pendapatan pokok dikurangi dengan Beban Pokok Perseroan.

Meskipun kinerja Perseroan merosot, Penjualan Perseroan tetap mengalami pertumbuhan sebesar 17,09% menjadi Rp3,22 triliun dari penjualan pada periode yang sama tahun 2014 yaitu Rp2,75 triliun. Penjualan produk Perseroan terutama untuk ekspor dengan Pendapatan pada Semester I 2015 dan Semester I 2014 masing-masing sebesar Rp3,08 triliun dan Rp2,49 triliun, sedangkan Lokal hanya Rp67,81 miliar dan Rp186,38 miliar. Pendapatan Perseroan pada Semester I 2015 dan Semester I 2014 terdiri dari

  1. Logam Timah dan Tin Solder – Rp3,15 triliun dan Rp2,67 triliun.
  2. Batubara – Rp2,26 miliar dan Rp12,31 miliar.
  3. Tin Chemical – Rp60,44 miliar dan Rp55,01 miliar.
  4. Jasa galangan kapal – Rp3,47 miliar dan Rp8,68 miliar.

Beban Pokok mengalami perseroan naik dari Rp2,10 triliun menjadi Rp2,95 triliun, dan Beban Kuangan TINS mengalami kenaikan dari Rp33,20 miliar menjadi Rp59,43 miliar, serta Beban Usaha meningkat dari Rp291,09 miliar menjadi Rp321,49 miliar.

Perseroan memiliki Pendapatan lain yang cukup besar Yaitu Rp132,96 miliar, naik dari Rp89,86 miliar.

Hingga 30 Juni 2015 atau Semester I 2015 total Aset TINS mencapai Rp9,37 triliun turun sebanyak 4,78% dari Aset pada periode yang sama tahun 2014 yaitu Rp9,84 triliun, sedangkan total Utang TINS juga mengalami penurunan dari Rp5,34 triliun tahun 2014 menjadi Rp4,20 triliun pada Semester I 2015.

Related posts