Oktober 28, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih AKRA melonjak 46,08% pada Q3 2015 walaupun Penjualan turun

Britama.com – Salah satu perusahaan Distributor BBM (Bahan Bakar Minyak) AKR Corporindo Tbk (AKRA) telah melaporkan kinerja pada Q3 2015 dengan laba bersih Perseroan mencapai Rp845,30 miliar atau Rp214,91 (Dilusian Rp213,98) per saham, yang diatribusikan ke entitas induk. Kinerja tersebut melonjak 46,08% bila dibandingkan dengan kinerja pada periode yang sama tahun 2014 dengan laba bersih sebesar Rp578,65 miliar atau Rp148,53 (dilusian Rp148,09) per saham.

Kinerja AKRA yang cemerlang pada Q3 2015 tersebut didukung oleh penurun beban pokok Perseroan dari Rp15,76 triliun menjadi Rp13,39 triliun atau turun 15,04%, dan Pendapatan (Beban) turun dari Rp0,15 miliar menjadi Rp(14,50) miliar, serta beban keuangan menurun dari Rp63,39 miliar menjadi Rp6,87 miliar. Sedangkan beban usaha perseroan mengalami peningkatan dari Rp468,31 miliar menjadi Rp538,77 miliar.

Beban pajak Perseroan meningkat dari Rp145,19 miliar menjadi Rp208,51 miliar.

Meskipun laba bersih AKRA melonjak, tetapi Penjualan Perseroan mengalami penurunan dari Rp16,99 triliun menjadi Rp13,39 triliun. Di bawah ini adalah rincian Penjualan Perseroan pada Q3 2015 dan Q3 2014 yaitu

  1. Perdagangan dan distribusi
    • Bahan Bakar Minyak (BBM) – Rp11,09 triliun dan Rp13,54 triliun.
    • Kimia Dasar – Rp2,62 triliun dan Rp2,32 triliun.
  2. Jasa Logistik
    • Operasi Pelabuhan dan Transportasi – Rp337,47 miliar dan Rp291,35 miliar.
    • Penyewaan Tangki – Rp181,55 miliar dan Rp116,51 miliar.
    • Lain-lain – Rp62,22 miliar dan Rp49,20 miliar.
  3. Pabrikan
    • Sorbitol, Tepung dan turunannya – Rp251,26 miliar dan Rp253,19 miliar.
    • Produk Lainnya – Rp327,43 miliar dan Rp363,61 miliar.
  4. Perdagangan batubara – Rp26,61 miliar dan Rp48,20 miliar.

Hingga Q3 2015 total aset AKRA mencapai Rp15,92 triliun, meningkat 7,64% dari asset tahun 2014 yaitu Rp14,79 triliun. Total utang Perseroan mencapai Rp8.82 triliun, menurun dari Rp8,88 triliun.

Related posts