Oktober 21, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih Bank Jatim / BJTM turun sedikit menjadi Rp696,49 miliar pada Q3 2015

Britama.com – Bank Pembangunan Jawa Timur Tbk (BJTM) membukukan penurunan laba bersih pada Q3 2015 sebesar 6,24% menjadi Rp696,49 miliar atau Rp46,69 per saham dari Laba bersih pada periode yang sama tahun 2014 yaitu Rp742,89 miliar atau Rp49,80 per saham.

Penurunan kinerja perseroan pada Q3 2015 disebabkan oleh Beban Bunga dan Beban Operasional mengalami kenaikan. Beban Bunga dan Syariah mengalami kenaikan sebesar 34,19% menjadi Rp1,16 triliun dari Beban bunga dan Syariah pada Q3 2014 yaitu Rp0,86 triliun, dan Beban Operasional mengalami kenaikan dari Rp1,37 triliun menjadi Rp1,71 triliun. Peningkatan beban operasional tersebut disebabkan akibat penyisihan cadangan kerugian yang mengalami peningkatan cukup besar dari Rp387,55 miliar menjadi Rp543,43 miliar.

Pendapatan Usaha (Bunga dan Syariah) tetap mengalami kenaikan meskipun laba bersih pada Q3 2015 menurun. Pendapatan Bunga dan Syariah meningkat dari Rp2,99 triliun menjadi Rp3,56 triliun, sedangkan Pendapatan operasional mengalami penurunan dari Rp265,93 miliar menjadi Rp247,29 miliar. Hampir seluruh Pendapatan usaha dikonstribusikan dari Pendapatan Bunga yaitu Rp2,78 triliun di Q3 2015 dan Q3 2014 sebesar Rp2,41 triliun. Di bawah ini adalah rincian pendapatan usaha Q3 2015 dan Q3 2014 yaitu antara lain

  1. Pendapatan Bunga
    • Kredit – Rp2,78 triliun dan Rp2,41 triliun.
    • Penempatan pada BI dan Bank Lain – Rp348,59 miliar dan Rp299,27 miliar.
    • Sertifikat bank Indonesia – Rp94,55 miliar dan Rp47,16 miliar.
    • Surat berharga hingga jatuh tempo – Rp190,36 miliar dan Rp121,23 miliar.
    • Surat berharga dijual kembali – Rp0 dan Rp13,67 miliar.
    • Provisi – Rp82,50 miliar dan Rp59,87 miliar.
    • Lainnya – Rp13,56 miliar dan Rp10,33 miliar.
  2. Pendapatan Syariah / Margin dan Pendapatan bagi hasil – Rp48,55 miliar dan Rp36,43 miliar.

Total aset Bank Jatim pada Q3 2015 mencapai Rp52,09 triliun, naik 37,08% dari Total aset pada tahun 2014 yaitu Rp38,00 triliun. Total Utang perseroan mencapai Rp45,99 triliun pada Q3 2015, naik dari total utang pada tahun 2014 yaitu Rp31,95 triliun.

Related posts