Mei 06, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Gara Kurs, Rugi bersih BHIT mencapai Rp1,05 triliun pada Q3 2015

Britama.com – PT MNC Investama Tbk (BHIT) mengumumkan kinerja yang kurang memuaskan pada Q3 2015 dengan membukukan kerugian bersih mencapai Rp1,05 triliun atau Rp(27,3) per saham, sedangkan pada periode yang sama tahun 2014, Perseroan membukukan laba bersih Rp218,92 miliar atau Rp(6,2) per saham.

Kerugian bersih BHIT yang sangat besar pada Q3 2015 tersebut disebabkan oleh Kerugian Kurs yang mencapai Rp2,09 triliun, sedangkan pada Q3 2014 perseroan hanya membukukan kerugian kurs sebesar Rp36,70 miliar.

Pendapatan Perseroan tetap mengalami peningkatan walau Perseroan merugi di Q3 2015. Pendapatan BHIT meningkat 3,81% menjadi Rp9,53 triliun dibandingkan Rp9,18 triliun pada periode yang sama tahun 2014, berikut ini adalah rincian pendapatan Perseroan pada Q3 2015 dan Q3 2014 yaitu

  1. Media – Rp7,95 triliun dan Rp7,74 triliun( dari anak usaha PT Globa Mediacom Tbk (BMTR)
    • Media berbasis iklan dan Konten – Rp4,83 triliun dan Rp4,90 triliun.
    • Media berbasis pelanggan – Rp2,41 triliun dan Rp2,44 triliun.
    • Media berbasis online – Rp705,77 miliar dan Rp414,81 miliar.
  2. Lembaga Keuangan – Rp0,94 triliun dan Rp0,65 triliun.
    • Pembiayaan, efek dan asuransi – Rp662,29 miliar dan Rp647,20 miliar.
    • Lembaga keuangan Bank – Rp279,84 miliar dan Rp0.
  3. Lainnya – Rp0,64 triliun dan Rp0,80 triliun.
  4. Pertambangan – Rp387,70 miliar dan Rp529,93 miliar.
  5. Lainnya – Rp253,33 miliar dan Rp267,38 miliar.

Pendapatan dari entitas asosiasi melonjak dari Rp14,17 miliar menjadi Rp81,50 miliar.

Beban pokok Perseroan naik dari Rp5,24 triliun menjadi Rp5,54 triliun, dan Beban usaha meningkat dari Rp1,77 triliun menjadi Rp2,04 triliun, serta Beban Keuangan meningkat dari Rp569,15 miliar menjadi Rp756,45 miliar.

Untuk Pajak Perseroan mengalami penurunan yang cukup signifikan dari Rp463,44 miliar menjadi Rp36,84 miliar.

Hingga Q3 2015, Aset BHIT tercatat Rp51,05 triliun, tumbuh 7,40% dari aset tahun 2014 yaitu sebesar Rp47,53 triliun, dan utang Perseroan meningkat dari Rp25,01 triliun menjadi Rp29,61 triliun.

Related posts