April 17, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Kerugian bersih KRAS tumbuh 39,67% pada Q3 2015

Britama.com – Hingga Q3 2015 ini, Kinerja perusahaan baja terbesar di Indonesia PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) masih membukukan kerugian, Kerugian KRAS pada Q3 2015 malahan bertambah 39,67% menjadi USD160,24 juta atau USD(0,0102) per saham dibandingkan kinerja pada periode yang sama tahun 2014 dengan kerugian mencapai USD114,73 juta atau USD(0,0073) per saham.

Kinerja KRAS pada Q3 2015 yang merosot seiring dengan penjualan Perseroan yang mengalami penurunan sebesar 27,21% menjadi USD993,38 juta dari penjualan pada Q3 2014 yaitu USD1,36 miliar. Pendapatan Perseroan pada Q3 2015 dan Q3 2014 terdiri dari

  1. Penjualan Produk Baja
    • Lokal – USD768,07 juta dan USD1,15 miliar.
    • Ekspor – USD12,73 juta dan USD49,76 juta.
  2. Real Estate dan Perhotelan – USD19,05 juta dan USD8,66 juta.
  3. Rekayasa dan Konstruksi – USD93,21 juta dan USD68,94 juta.
  4. Jasa Pengelolaan Pelabuhan – USD45,21 juta dan USD34,36 juta.
  5. Jasa Lainnya – USD55,11 juta dan USD51,52 juta.

Beban Pokok Perseroan menurun dari USD1,33 miliar menjadi USD1,01 miliar, sehingga Q3 2015 KRAS telah membukukan Kerugian Kotor sebesar USD20,89 juta, sedangkan pada periode yang sama tahun 2014 masih membukukan Laba Kotor sebesar USD32,09 miliar.

Untuk Beban usaha Perseroan mengalami penurunan dari USD113,50 juta menjadi USD110,27 juta, dan Beban Keuangan melonjak dari USD33,23 juta menjadi USD57,90 juta, dan Pendapatan (Beban) lain-lain mengalami peningkatan dari USD10,08 juta menjadi USD10,31 juta.

Perseroan pada Q3 2015 mendapatkan Keuntungan Kurs sebesar USD82,98 juta, sedangkan pada Q3 2014 membukukan keuntungan kurs USD7,85 juta, dan Rugi dari Entitasi Asosiasi meningkat dari USD48,92 juta menjadi USD87,17 juta.

Aset KRAS hingga akhir September 2015 sebesar USD3,55 miliar, meningkat 36,54% (ada laba revaluasi aset tetap sebesar USD1,10 miliar pada Q3 2015) dari USD2,60 miliar di tahun 2014, dan total utang mengalami meningkat dari USD1,72 miliar tahun 2014 menjadi USD1,75 miliar Q3 2015.

Related posts