Januari 21, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Rugi Bersih Bumi Resources di Kuartal III 2015 Mencapai USD627,99 juta

britama.com, Kuartal III 2015, Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan rugi bersih sebesar USD627,99 juta atau USD0,01715 per saham, Kerugian tersebut menunjukan kinerja memburuk bila dibandingkan dengan kinerja pada periode yang sama tahun 2014 yang masih membukukan keuntungan sebesar USD13,31 juta atau USD0,00036 per saham.

Kerugian BUMI pada Kuartal III 2015 tersebut disebabkan oleh penurunan nilai aset minyak dan gas bumi Blok 13 mencapai USD212,33 juta dan Beban lain-lain mencapai USD169,21 juta, dimana pada periode yang sama tahun 2014 masih catatkan pendapatan lain-lain sebesar USD40,69 juta, serta laba bersih atas Penjualan anak usaha hanya USD16,21 juta bila dibandingkan dengan kuartal III tahun 2014 yang laba bersih penjualan anak usaha mencapai USD754,61 juta.

Pendapatan utama BUMI pada Kuartal III 2015 hanya sebesar USD33,49 juta, menurun dari USD49,42 juta. Pendapatan Perseroan pada Kuartal III 2015 dan Kuartal III 2014 terdiri dari Penjualan batubara dan Jasa Pertambangan.

  1. Penjualan batubara – USD3,32 juta dan USD1,02 juta.
  2. Jasa – USD30,18 juta dan USD48,40 juta.

Beban Pokok Perseroan kenaikan tipis dari USD3,01 juta menjadi USD3,20 juta, dan Beban usaha menurun dari USD109,48 juta menjadi USD24,38 juta, serta beban Keuangan turun dari USD615,32 juta menjadi USD405,41 juta.

Pada Laporan Kuartal III 2015, Total aset BUMI tercatat USD4,42 miliar atau turun dari USD4,62 miliar tahun 2014, dan utang perseroan mencapai USD5,80 miliar, naik dari USD5,35 miliar tahun 2014.

Untuk diketahui, kenapa biasanya pendapatan BUMI mencapai ratusan juta atau miliar USD dan sekarang hanya sekitar puluhan juta saja?, Karena mulai efektifnya pada tanggal 1 Januari 2015 PSAK No. 66 tentang "Pengaturan Bersama".

PSAK No. 66 ini, memberikan gambaran yang lebih realistis dari pengaturan bersama dengan berfokus pada hak dan kewajiban para pihak atas pengaturan daripada bentuk hukumnya. Ada dua jenis pengaturan bersama, antara lain:

  1. Operasi bersama muncul dimana operator bersama memiliki hak atas aset dan kewajiban yang berkaitan dengan pengaturan dan karena itu mencatat aset, kewajiban, pendapatan dan beban terkait dengan kepentingannya.
  2. Ventura bersama muncul dimana venturer bersama memiliki hak atas pengaturan aset neto dan karena itu mengakui kepentingannya dengan metode ekuitas sesuai dengan PSAK No. 15 (Revis 2013), "Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama". Metode konsolidasian proporsional yang saat ini diterapkan oleh BUMI untuk kepentingannya dalam ventura bersama tidak diperbolehkan lagi.

Setelah efektifnya PSAK No. 66, meskipun BUMI, baik secara langsung maupun tidak langsung, memegang lebih dari 50% kepemilikan dari tiap Perusahaan Batubara (51% saham Kaltim Prima Coal (KPC) (25% melalui secara langsung dan 26% melalui Sitrade), 51% saham IndoCoal Kaltim dan 51% saham IndoCoal KPC, 70% saham Arutmin, 70% saham IndoCoal Resources (Cayman) Limited (ICRL) (semua melalui Forerunner) dan 70% saham IndoCoal Kalsel), tetapi kendali untuk keputusan operasional dan keuangan penting sehubungan dengan Perusahaan Batubara tetap dalam kendali bersama dari dua pihak baik dari BUMI maupun Tata Power (memegang kepemilikan atas 30% saham dari setiap Perusahaan Batubara).

Investasi BUMI pada Perusahaan Batubara sesuai dengan Perjanjian Pemegang Saham antara Perusahaan dan Tata Power sebagai mitra usaha patungan memenuhi definisi "entitas pengendalian bersama" seperti yang didefinisikan dalam PSAK No. 12 (Revisi 2009). Akibatnya, Perusahaan Batubara dicatat sebagai entitas pengendalian bersama, sehingga laporan keuangan Perusahaan Batubara dikonsolidasi dengan metode konsolidasian proporsional sesuai dengan PSAK No. 66.

Related posts