Oktober 26, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Beban Mengalami Kenaikan Signifikan, Holcim Bukukan Rugi di Q3 2015

britama.com – Industri semen, Holcim Indonesia Tbk (SMCB) membukukan Kerugian bersih pada Q3 2015 mencapai Rp372,31 miliar atau Rp(49) per saham, dengan kerugian tersebut kinerja Perseroan pada Q3 2015 anjlok dibandingkan Laba bersih pada Q3 2015 yaitu Rp598,89 miliar atau Rp78 per saham.

Anjloknya kinerja Holcim pada Q3 2015 ini disebabkan Beban Pokok penjualan mengalami kenaikan Rp297,23 miliar yaitu dari Rp4,78 triliun menjadi Rp5,08 triliun, Beban usaha juga mengalami kenaikan dari Rp1,03 triliun menjadi Rp1,24 triliun.

Selain itu, Beban Keuangan melonjak 4x lipat menjadi Rp661,50 bila dibandingkan pada periode yang sama tahun 2014 yaitu Rp150,19 miliar. Berikut ini rincian Beban Keuangan Holcim pada Q3 2015 dan Q3 2014,

  1. Beban Bunga dari Pinjaman – Rp323,41 miliar dan Rp192,265 miliar,
  2. Beban Bunga dari Sewa Pembiayaan – Rp3,81 miliar dan Rp8,805 miliar,
  3. Rugi (laba) selisih kurs dari pinjaman – Rp335,99 miliar dan (Rp46,11 miliar), dan
  4. Jumlah diskonto untuk restorasi tanah tambang – Rp1,50 miliar dan (Rp0,81 miliar)

Sedangkan Penjualan SMCB justru mengalami penurunan Rp174,20 miliar, dari Rp6,73 triliun di Q3 2014 menjadi Rp6,56 triliun pada Q3 2015. Pendapatan penjualan Holcim terdiri dari Semen, Beton dan Agregat. Semen memberikan konstributor terbesar dari penjualan perseroan pada Q3 2015 dan Q3 2014 masing-masing sebesar Rp5,89 triliun dan Rp6,05 triliun, selain itu:

  1. Beton dan Tambang Agregat – Rp994,81 miliar dan Rp1,13 triliun,
  2. Lainnya – Rp88,26 miliar dan Rp30,66 miliar, dan
  3. Eliminasi – Rp(414,73) miliar dan Rp476,39 miliar.

Hingga akhir September 2015, total aset Holcim mencapai Rp18,00 triliun naik dari Rp17,20 triliun tahun 2014, dan total utang Holcim mencapai Rp10,07 triliun pada Q3 2015, naik sebesar 16,82% dari total utang Perseroan tahun 2014.

Related posts