November 24, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Perbesar cadangan kerugian, Laba bersih Bank Negara Indonesia Tbk / BBNI turun 15,86%

Britama.com – Pada tanggal 26 Januari 2016, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mengumumkan penurunan kinerja 15,86% YoY sehingga laba bersih menjadi Rp9,07 triliun atau Rp487 per saham pada tahun 2016 dibandingkan laba bersih tahun 2014 yaitu Rp10,78 miliar atau Rp578 per saham.

Penurunan kinerja tersebut disebabkan oleh cadangan kerugian yang semakin besar untuk mengurangi resiko perbankan, cadangan kerugian untuk tahun 2015 sebesar Rp7,34 triliun, sedangkan di tahun 2014 hanya sebesar Rp3,64 triliun sehingga nilai cadangan kerugian melonjak 101,65%.

Beban bunga Perseroan meningkat dari Rp10,99 triliun menjadi Rp11,34 triliun, Beban Operasional Perseroan meningkat dari Rp14,76 triliun menjadi Rp16,51 triliun.

Perlu diketahui, Pendapatan bunga dan Syariah BNI tetap meningkat dari Rp33,75 triliun menjadi Rp36,89 triliun walaupun laba bersih perseroan mengalami penurunan, dan Pendapatan Operasional meningkat sedikit dari Rp8,85 triliun menjadi Rp8,87 triliun. Berikut ini adalah rincian pendapatan bunga dan Syariah Perseroan pada tahun 2015 dan 2014 yaitu

  1. Pinjaman yang diberikan – Rp30,36 triliun dan Rp27,05 triliun.
  2. Obligasi Pemerintah – Rp2,42 triliun dan Rp2,59 triliun.
  3. Margin, bagi hasil dan bonus Syariah – Rp2,41 triliun dan Rp1,92 triliun.
  4. Efek-Efek – Rp0,60 triliun dan Rp0,52 triliun.
  5. Penempatan pada BI dan Bank Lain – Rp0,51 triliun dan Rp0,75 triliun.
  6. Wesel Ekspor dan Tagihan lainnya – Rp0,22 triliun dan Rp0,15 triliun.
  7. Lainnya – Rp0,36 triliun dan Rp0,77 triliun.

Aset Bank Negara Indonesia / BNI diperikan mencapai Rp508,60 triliun, meningkat 22,1% dari aset tahun 2014 sebesar Rp416,57 triliun, dan modal Perseroan tahun 2015 meningkat 28,5% atau meningkat dari Rp61,02 triliun menjadi Rp78,44 triliun. Total utang Perseroan meningkat dari Rp341,15 triliun menjadi Rp412,73 triliun, dan Total Dana Syirkah Temporer meningkat dari Rp14,40 triliun menjadi Rp17,43 triliun.

Related posts