Oktober 21, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Akhir tahun 2015, EXCL rugi sebesar Rp25,34 miliar

Britama.com – Pada Q4 2015, PT XL Axiata Tbk (EXCL) melaporkan kerugian bersih Rp25,34 miliar atau Rp(3) per saham. Kerugian bersih tersebut menunjukkan kinerja EXCL yang cukup bagus bila dibandingkan dengan Kerugian bersih tahun 2014 sebesar Rp803,71 miliar atau Rp(95) per saham.

Membaiknya kinerja XL tahun 2015 didukung oleh Keuntungan dari penjualan dan sewa balik menara tahun 2015 mencapai Rp2,04 triliun, sedangkan pada tahun 2014 hanya Rp271,72 miliar atau meningkat 7,56X.

Untuk Pendapatan pokok perseroan alami penurunan sedikit dari Rp23,46 triliun menjadi Rp22,88 triliun, walaupun kinerja Perseroan membaik. Berikut ini adalah rincian pendapatan pokok XL pada 2015 dan 2014 yaitu

  1. Jasa telekomunikasi selular – Rp4,61 triliun dan Rp4,29 triliun.
    • Percakapan – Rp8,28 triliun dan Rp7,94 triliun.
    • Data dan VAS – Rp7,07 triliun dan Rp6,27 triliun.
    • SMS – Rp3,89 triliun dan Rp4,70 triliun.
    • Lain-lain – Rp259,94 miliar dan Rp196,71 miliar.
  2. Jasa Interkoneksi selular – Rp2,39 triliun dan Rp3,01 triliun.
  3. Jasa telekomunikasi Lain – Rp1,11 triliun dan Rp1,46 triliun.
  4. Diskon – Rp83,87 miliar dan Rp109,29 miliar.

Beban Infrastruktur Perseroan mengalami kenaikan dari Rp8,23 triliun 2014 menjadi Rp9,29 triliun 2015, Beban Penyusutan meningkat menjadi Rp6,22 triliun dari Rp6,89 triliun, dan Kerugian Kurs akibat pembiayaan melonjak dari Rp0.99 triliun menjadi Rp2,54 triliun, Sedangkan Beban Usaha menurun dari Rp4,03 triliun menjadi Rp3,31 triliun, dan Beban Keuangan Perseroan menurun dari Rp1,50 triliun menjadi Rp1,08 triliun.

Hingga akhir 2015, aset XL mencapai Rp68,84 triliun, menurun dari Rp63,63 triliun pada tahun 2014. Total utang turun dari Rp34,18 triliun tahun 2014 menjadi Rp29,00 triliun tahun 2015.

Related posts