Januari 20, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

BTPN / Bank Tabungan Pensiunan Nasional cetak laba bersih Rp1,70 triliun tahun 2015

Britama.com – Sepanjang tahun 2015, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) melaporkan penurunan laba bersih sebesar 9,09% menjadi Rp1,70 triliun atau Rp291 (Dilusian Rp281) per saham dari Laba bersih pada periode yang sama tahun 2014 yaitu sebesar Rp1,87 triliun atau Rp320 (Dilusian Rp315) per saham.

Penurunan kinerja BTPN pada tahun 2015 disebabkan oleh Beban bunga dan Syariah mengalami kenaikan dari Rp5,25 triliun menjadi Rp5,31 triliun, dan Beban Operasional naik dari Rp4,48 triliun tahun 2014 menjadi Rp5,15 triliun di tahun 2015, serta beban cadangan kerugian meningkat dari Rp743,98 miliar menjadi Rp785,89 miliar. Selain itu Pendapatan Operasional Perseroan mengalami penurunan dari Rp739,52 miliar menjadi Rp705,84 miliar.

Pendapatan bunga dan Pendapatan Syariah yang mengalami pertumbuhan, meskipun kinerja Perseroan menurun. Pendapatan Bunga dan Syariah meningkat 5,78% menjadi Rp13,00 triliun dari Pendapatan 2014 yaitu Rp12,29 triliun, Pendapatan bunga merupakan konstribusi terbesar ke Pendapatan pokok perseroan dengan Pendapatan 2015 dan 2014 masing-masing sebesar Rp11,49 triliun dan Rp11,75 triliun, sedangkan Pendapatan dari Syariah antara lain Rp1,51 triliun dan Rp541,19 miliar. Berikut ini adalah rincian pendapatan bunga BTPN 2015 dan 2014 antara lain

  1. Kredit – Rp10,75 triliun dan Rp11,02 triliun.
  2. Efek-efek – Rp330,82 miliar dan Rp238,06 miliar.
  3. Efek-efek akan dijual kembali – Rp181,90 miliar dan Rp214,18 miliar.
  4. Penempatan Bank Indonesia dan Bank Lain – Rp184,85 miliar dan Rp246,40 miliar.
  5. Giro BI dan Bank Lain – Rp47,33 miliar dan Rp37,21 miliar.

Hingga akhir tahun 2015, Total Aset Bank Tabungan Pensiunan Nasional mencapai Rp81,04 triliun, naik 7,97% dari Rp75,06 triliun di tahun 2014, dan Total Utang Bank Tabungan Negara mencapai Rp60,93 triliun naik dari Rp64,05 triliun. Dana Sirkah Temporer meningkat dari Rp2,20 triliun menjadi Rp3,06 triliun.

Related posts