April 18, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Hingga akhir tahun 2015, Rugi Bersih KRAS semakin tinggi

Britama.com – Sepanjang tahun 2015 ini, Kinerja perusahaan baja terbesar di Indonesia PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) masih membukukan kerugian, Kerugian KRAS pada tahun 2015 malahan bertambah 117,54% menjadi USD320,03 juta atau USD(0,0203) per saham dibandingkan kinerja pada periode yang sama tahun 2014 dengan kerugian mencapai USD147,11 juta atau USD(0,0093) per saham.

Kinerja KRAS pada tahun 2015 yang merosot seiring dengan penjualan Perseroan yang mengalami penurunan sebesar 29,41% menjadi USD1,32 miliar dari penjualan pada tahun 2014 yaitu USD1,87 miliar. Pendapatan Perseroan pada tahun 2015 dan tahun 2014 terdiri dari

  1. Penjualan Produk Baja
    • Lokal – USD1,04 miliar dan USD1,55 miliar.
    • Ekspor – USD13,66 juta dan USD53,99 juta.
  2. Real Estate dan Perhotelan – USD22,95 juta dan USD20,65 juta.
  3. Rekayasa dan Konstruksi – USD112,80 juta dan USD117,06 juta.
  4. Jasa Pengelolaan Pelabuhan – USD57,22 juta dan USD52,86 juta.
  5. Jasa Lainnya – USD75,72 juta dan USD70,77 juta.

Beban Pokok Perseroan menurun dari USD1,83 miliar menjadi USD1,36 miliar, sehingga tahun 2015 KRAS telah membukukan Kerugian Kotor sebesar USD36,43 juta, sedangkan pada periode yang sama tahun 2014 masih membukukan Laba Kotor sebesar USD41,33 juta.

Untuk Beban usaha Perseroan mengalami penurunan dari USD149,90 juta menjadi USD147,63 juta, dan Pendapatan (Beban) lain-lain mengalami penurunan dari USD11,23 juta menjadi USD(1,72) juta, sedangkan Beban Keuangan melonjak dari USD45,20 juta menjadi USD82,57 juta.

Perseroan pada tahun 2015 mendapatkan Keuntungan Kurs sebesar USD52,18 juta, sedangkan pada tahun 2014 membukukan keuntungan kurs USD4,76 juta, dan Rugi dari Entitasi Asosiasi meningkat dari USD70,44 juta menjadi USD112,37 juta.

Aset KRAS hingga akhir tahun 2015 sebesar USD3,70 miliar, meningkat 36,54% (Peningkatan terutama terjadi karena adanya revaluasi aset tetap atas tanah dan naiknya aset dalam pembangunan atas proyek Pabrik Blast Furnance) dari USD2,60 miliar di tahun 2014, dan total utang mengalami meningkat dari USD1,72 miliar tahun 2014 menjadi USD1,91 miliar tahun 2015.

Related posts