April 13, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Kinerja 2015 : Kerugian bersih KBLV / First Media mencapai Rp624,97 miliar

Britama.com – First Media Tbk (KBLV) pada tahun 2015 melaporkan kinerja yang sangat jelek yaitu dengan mencetak kerugian bersih sebesar Rp624,97 miliar atau Rp(359) per saham bila dibandingkan dengan kinerja pada periode yang sama tahun 2015 yang masih mencatatkan laba bersih Rp7,74 triliun atau Rp4441 per saham.

Kerugian KBLV pada tahun 2015 disebabkan oleh Beban dari Sewan menara BTS terlalu banyak dan biaya Perijinanan yang tinggi, mengakibatkan lonjakan beban pokok Perseroan pada tahun 2015 sebesar 140,15% menjadi Rp1,42 triliun dari beban pokok Perseroan pada periode yang sama tahun 2014 yaitu Rp591,92 miliar, Sedangkan Pendapatan anjlok 47,52% menjadi Rp1,06 triliun dari Rp2,02 triliun, hal tersebut disebabkan jumlah pelanggan Perseroan berkurang banyak (Jasa langganan internet dan data). Berikut ini adalah rincian pendapatan Perseroan pada tahun 2015 dan tahun 2014 yaitu

  1. Jasa langganan internet dan data – Rp617,45 miliar dan Rp1,20 triliun.
  2. Bioskop – Rp176,94 miliar dan Rp22,17 miliar.
  3. Perangkat komunikasi – Rp170,96 miliar dan Rp-.
  4. Langganan TV Berkabel – Rp- dan Rp649,74 miliar.
  5. Pemasangan media Iklan – Rp- dan Rp77,94 miliar.
  6. Lain-lain – Rp142,26 miliar dan Rp76,47 miliar.
  7. Potongan Penjualan – Rp(44,63) miliar dan Rp-.

Untuk Beban usaha dan Lainnya mengalami peningkatan dari Rp1,49 triliun, meningkat dari Rp1,02 triliun, dan Beban Keuangan Perseroan melonjak dari Rp105,12 miliar menjadi Rp325,16 miliar.

Untuk pendapatan dari entitas asosiasi meningkat dari Rp18,20 miliar menjadi Rp217,26 miliar, dan perlu diketahui pada tahun 2014 Perseroan memperoleh laba dari penjualan Saham PT Link Net Tbk (LINK) sebesar Rp1,33 triliun, dan Laba dari pencatatan investasi pada entitasi asosiasi dengan nilai wajar (LINK) mencapai Rp5,96 triliun.

Aset KBLV pada tahun 2015 mencapai Rp13,71 triliun, meningkat dari Rp12,96 triliun, dan utang Perseroan meningkat dari Rp3,59 triliun menjadi Rp5,25 triliun.

Related posts