Januari 16, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih Bank Central Asia / BCA mencapai Rp18,0 triliun

Britama.com – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat kinerja bisnis dan keuangan yang positif untuk tahun 2015 dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 9,3% menjadi Rp18,0 triliun, dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp16,5 triliun. Ditopang oleh pertumbuhan portofolio kredit dan biaya bunga (cost of funds) yang lebih rendah, pendapatan bunga bersih tumbuh 12,0% menjadi Rp35,9 triliun. Pada saat yang sama, pendapatan operasional lainnya tumbuh 28,5% mencapai Rp12,0 triliun di tahun 2015.

Presiden Direktur BCA, Bapak Jahja Setiaatmadja, menyampaikan, “Tahun 2015 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi perekonomian dan industri perbankan Indonesia. Meskipun demikian, kami melaporkan bahwa di sepanjang tahun ini BCA berhasil mempertahankan soliditas di perbankan nasional serta mampu memanfaatkan berbagai peluang bisnis yang ada. Perkembangan positif BCA tersebut diraih dengan tetap fokus dalam memberikan layanan yang konsisten kepada para nasabah, memperkuat franchise perbankan transaksi Bank, serta memelihara kualitas kredit secara proaktif.”

Portofolio kredit BCA tercatat sebesar Rp387,6 triliun, tumbuh 11,9% dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan kredit tercatat di seluruh segmen, terutama didukung oleh pertumbuhan kredit segmen korporasi. Pada akhir tahun 2015, kredit korporasi meningkat 17,2% menjadi Rp141,3 triliun. Kredit komersial dan UKM naik 9,0% menjadi Rp146,2 triliun.

Pertumbuhan kredit korporasi, komersial dan UKM ditopang oleh membaiknya kondisi ekonomi dan siklus konsumsi yang meningkat menjelang akhir tahun. Kenaikan kredit konsumer yang sebesar 8,9% menjadi Rp100,5 triliun pada tahun 2015 didukung oleh adanya berbagai program inovatif dengan suku bunga yang menarik. KPR tumbuh 8,7% menjadi Rp59,4 triliun, sementara KKB naik 9,6% menjadi Rp31,6 triliun di tahun 2015. Pada periode yang sama, outstanding kartu kredit meningkat 8,1% menjadi Rp 9,5 triliun.

Penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit secara konsisten telah memungkinkan BCA untuk mempertahankan rasio kredit bermasalah (NPL) pada level yang rendah sebesar 0,7% dengan rasio cadangan kredit bermasalah sebesar 322,2%. Posisi permodalan dan likuiditas terjaga di tingkat yang sehat dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 18,7% dan rasio kredit terhadap pendanaan (LFR) sebesar 81,1% per 31 Desember 2015.

Sebagai catatan, pada akhir Desember 2015, BCA memfasilitasi layanan transaksi perbankan kepada 14 juta rekening nasabah melalui 1.182 cabang, 17.081 ATM dan ratusan ribu EDC dengan dilengkapi layanan internet banking dan mobile banking.

Related posts