April 17, 2021

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Laba bersih Panin Financial Tbk / PNLF turun 30,00% pada tahun 2015

Britama.com – Pada tahun 2015, PT Panin Financial Tbk (PNLF) mencatat penurunan laba bersih sebesar 30,00% menjadi Rp905,40 miliar atau Rp28,27 per saham dari laba bersih pada periode yang sama tahun 2014 yaitu Rp1,30 triliun atau Rp44,40 per saham.

Penurunan kinerja Perseroan pada tahun 2015 tersebut disebabkan Pendapatan Perseroan menurun dari Rp4,58 triliun menjadi Rp4,38 triliun atau turun 4,37%. Pendapatan Perseroan pada tahun 2015 dan tahun 2014 terdiri dari :

  1. Pendapatan Premi
    • Premi Bruto – Rp3,38 triliun dan Rp3,70 triliun.
      • Universal Life – Rp2,99 triliun dan Rp3,07 triliun.
      • Unit Link – Rp650,55 miliar dan Rp493,67 miliar.
      • Dwiguna Kombinasi – Rp6,23 miliar dan Rp15,01 miliar.
      • Kematian – Rp90,04 miliar dan Rp90,70 miliar.
      • Dwiguna – Rp34,59 miliar dan Rp28,11 miliar.
      • Seumur Hidup – Rp3,87 miliar dan Rp3,76 miliar.
      • Kesehatan – Rp0,05 miliar dan Rp0,44 miliar.
      • Kecelakaan diri – Rp0,52 miliar dan Rp0,02 miliar.
    • Premi reasuransi – Rp(56,92) miliar dan Rp(54,52) miliar.
    • Kenaikan premi yang belum merupakan pendapatan – Rp(2,63) miliar dan Rp(2,32) miliar.
    • Pendapatan yang disesikan ke Reasuradur – Rp0,30 miliar dan Rp0,55 miliar.
  2. Hasil Investasi – Rp784,47 miliar dan Rp729,97 miliar.
  3. Laba (Rugi) penjualan Efek – Rp(9,10) miliar dan Rp10,20 miliar.
  4. Laba (Rugi) yang belum direalisasikan dari Efek dan Reksadana – Rp(120,58) miliar dan Rp187,56 miliar.
  5. Pendapatan Lain – Rp11,36 miliar dan Rp9,64 miliar.

Beban Pokok / Klaim Perseroan menurun dari Rp3,74 triliun menjadi Rp3,40 triliun, sedangkan beban usaha dan lain-lain mengalami peningkatan dari Rp501,39 miliar menjadi Rp591,35 miliar.

Laba dari Entitas Asosiasi menurun dari Rp1,09 triliun menjadi Rp654,05 miliar.

Total aset PNLF pada akhir September 2015 mencapai Rp22,23 triliun, naik dari Rp19,51 triliun. Utang Perseroan juga mengalami penurunan dari Rp4,89 triliun tahun 2014 menjadi Rp4,03 triliun pada Q3 2015.

Related posts