Maret 30, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Grup Indika Energy anggarkan belanja modal USD40,7 juta tahun 2016

Britama.com – Berdasarkan keterbukaan informasi yang diberikan, Grup Indika Energy / Indika Energy Tbk (INDY) merencanakan anggaran belanja modal sebesar USD40,7 juta pada tahun 2016, menurun 52,89% dari rencana total anggaran belanja modal tahun 2015 yaitu sebesar USD86,4 juta. Untuk realisasi anggaran belanja modal tahun 2015 sebesar USD58,7 juta atau 85,9% yang terserap dari yang direncanakan.

Berikut ini adalah rincian rencana anggaran belanja modal tahun 2015 dan realisasinya yang diberikan Perseroan ke anak Perusahaan dan Perseroan sendiri yaitu

  1. Perusahaan Induk / Indika Energy Tbk – USD7,2 juta realisasi sebesar USD5,8 juta.
  2. Petrosea Tbk (PTRO) – USD45,3 juta realisasi sebesar USD40,1 juta.
  3. Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) – USD7,5 juta realisasi sebesar USD9,3 juta.
  4. PT Tripatra – USD5,5 juta realisasi sebesar USD3,2 juta.
  5. PT Multi Tambang Jaya Utama – USD3,1 juta realisasi sebesar USD0,2 juta.
  6. PT Kideco – USD17,8 juta realisasi sebesar USD7,6 juta.

Selanjutnya, untuk rincian rencana anggaran belanja modal Perseroan pada tahun 2016 dan nilai kontrak berjalan pada tahun 2016 yaitu

  1. Perusahaan Induk / Indika Energy Tbk – USD4,7 juta.
  2. PTRO – USD27,4 juta dan nilai kontrak berjalan senilai USD679,8 juta.
  3. MBSS – USD6,1 juta dan nilai kontrak berjalan senilai USD189,4 juta.
  4. PT Tripatra – USD0 dan nilai kontrak berjalan senilai USD180,0 juta.
  5. PT Kideco – USD2,7 juta dan kontrak batubara 32 juta MT.

Sebagai informasi tambahan, penurunan anggaran belanja modal INDY pada tahun 2016 ini disebabkan oleh sektor pertambangan masih belum pulih, terutama sektor pertambangan batubara dengan harga rata-rata pada April 2016 sebesar USD54,1 juta/ton.

Perlu diketahui , pada tahun 2015 yang lalu, INDY masih mengalami kerugian sebesar USD44,99 juta dengan harga rata batubara senilai USD58 juta / ton bersumber dari harga Batubara Newscatle Coal Price Index, Laba kotor Perseroan anjlok 45,15% menjadi USD88,33 juta dibandingkan pada tahun 2014 yaitu sebesar USD161,04 juta, sedangkan untuk Pendapatan Pokok Perseroan hanya menurun sedikit dari USD1,11 miliar menjadi USD1,10 miliar.

Related posts