Oktober 30, 2020

Select your Top Menu from wp menus
papumashop

Hari ini (07/06/2016) : Perhatikan emiten ADRO, KIJA, LPKR, dan PTBA

Britama.com – Adaro Energy Tbk (ADRO): Trend Bearish & Fase Distribusi, didukung Stochasic Bullish, Candle Bullish Long White, Penutupan di atas 795, trend volume meningkat, masih dukung peluang kenaikan selama di atas 905. Rekomendasi: Beli 830-845 target 860-895 stop loss di bawah 790.

Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) Trend Bearish & Fase Distribusi, didukung Stochasic Bullish, Candle Bullish Long White, Penutupan di atas 269, trend volume meningkat, masih dukung peluang kenaikan selama di atas 296. Rekomendasi: Beli 276-282 target 286-295 stop loss di bawah 265.

Lippo Karawaci Tbk (LPKR): Trend Bearish & Fase Distribusi, didukung Stochasic Oversold, Candle Hanging Man, Penutupan di bawah 1020 trend volume meningkat, masih dukung kerawanan koreksi dan membatasi peluang rebound terbatas selama di bawah 1.070. Peluang penurunan di bawah 915 untuk ajang akumulasi. Rekomendasi: Beli 980-995 target 1015-1045 stop loss di bawah 915.

Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA): Trend Bearish & Fase Distribusi, didukung Stochastic Bullish, Candle Bullish Harami, Penutupan di atas 6950, trend volume meningkat, dapat dorong peluang kenaikan terbatas, selama di atas 7925. Penurunan di bawah 6875, peluang untuk akumulasi. Rekomendasi: Beli 7325-7450 target 7575-7800 stop loss di bawah 6900.

Sebagai info, transaksi investor asing di Keempat emiten tersebut pada hari sebelumnya (06/06/2016), sebagai berikut: ADRO asing (jual Rp10,56 miliar dan beli Rp16,55 miliar), KIJA asing (jual Rp3,25 miliar dan beli Rp4,77 miliar), LPKR asing (jual Rp3,13 miliar dan beli Rp9,56 miliar), PTBA asing (jual Rp3,68 miliar dan beli Rp9,27 miliar).

Perhatian: britama.com tidak memberikan pernyataan akurat atau tidak akurat terhadap segala pendapat / rekomendasi / informasi / saran / data-data sebagaimana tercantum dalam Website ini karena hanya bersifat memberikan informasi pasar saham. Pilihan dalam berinvestasi sepenuhnya menjadi keputusan dan tanggung jawab pribadi investor.

Related posts